Bojonegoro Masih Bergantung Pada Migas, Dimana Saja Lapangannya?

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Sampai Agustus 2025, pendapatan yang masuk di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih didominasi sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas). Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga begitu, dari pungutan tanah sekitar Migas tertinggi.

Banyak yang masih bertanya, dimana Lapangan Migas berada di Kabupaten Bojonegoro? blokBojonegoro.com akan kembali mengulas diantara lapangan-lapangan yang sampai saat ini masih produksi, baik sektor minyak maupun gas.

Untuk Lapangan Minyak, terbesar dengan sekitar 150.000 Barel Per Hari (BPH) dan ditingkatkan ke 180.000 BPH produksinya masih Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dengan operator gabungan KKKS antara Pertamina EP Cepu (PEPC), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan BKS Blok Cepu yang mengelola Participating Interest (PI) 10%.

Wilayah Blok Cepu mencakup lokasi utama di Kecamatan Gayam dengan tarikan pipa sepanjang lebih dari 72 kilometer menuju ke Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Setelah itu dilanjut pipa bawah laut 23 kilometer ke lepas pantai hingga menara tambat.

Setelah itu Lapangan Minyak lain ada di Sukowati Field dengan operator utama PT Pertamina EP. Berada di sekitaran Kecamatan Kota dan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Walupun produksi tidak besar, sekitar 5.000 an BPH, namun operator masih terus mengupayakan peningkatan produksi dengan sumur baru.

Ada lagi sekitar Lapangan Sumur Tua di Kecamatan Kedewan, Kasiman dan Malo dengan operator PT Pertamina EP. Juga di Kecamatan Purwosari yang ada Lapangan Tiung Biru (TBR).

Untuk Lapangan Gas, terbesar ada Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) dengan operator PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Lokasinya berada di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Selain lapangan-lapangan tersebut, masih ada lapangan penyangga diantaranya Lapangan Kedung Keris, Alas Tua Timur, Alas Tua Barat, dan Lapangan Cendana. [mad]