Reporter: Muharrom
blokBojonegoro.com - Walaupun musim kemarau, ada beberapa titik wilayah di Jawa Timur yang sejak 12-17 September terpapar cuaca ekstrem. Diantaranya Kabupaten Bojonegoro. Setiap siang atau sore, beberapa wilayah telah hujan dan tidak sedikit yang melihat kilatan petir menyambar.
Untuk mengurangi dampak cuaca ektrem, BPBD Jatim merespon cepat dengan melakukan modifikasi cuaca. Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan secara kolaboratif dengan BNPB, BMKG dan Puspenerbal Lanudal Juanda.
[Baca Juga: CUACA EKSTREM https://blokbojonegoro.com/2025/09/16/bpbd-bojonegoro-imbau-masyarakat-waspada-dampak-cuaca-ekstrem/]
"Alhamdulillah, saat ini, kami sudah melakukan OMC sebanyak beberapa kali, sejak Sabtu (13/9/2025). Kegiatan ini bisa dilaksanakan berkat adanya komunikasi antara Ibu Gubernur Jatim dengan Bapak Kepala BNPB dan BMKG," ujar Sekretaris BPBD Jatim yang juga Plh. Kalaksa BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda di sela kegiatan meninjau Posko OMC di Baseops Lanudal Juanda, Sidoarjo.
Oleh karena itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Tim BNPB, BMKG dan TNI AL dalam pelaksanaan OMC saat ini.
"Rencananya, akan dilakukan tambahan beberapa sorti, tapi pelaksanaannya menunggu hasil pemantauan teman-teman BMKG," jelas Andhika.
Sementara, berdasar data Tim OMC Jatim, kegiatan modikasi cuaca yang dilakukan dengan pesawat Cessna Grand Carava 208B PK-DPI telah menyasar langit udara wilayah Kabupaten Mojokerto, Tuban, Bojonegoro, Perairan Selatan dan Timur Banyuwangi, serta wilayah Lamongan dan Tuban.
Kegiatan yang berlangsung sebanyak 3 sorti ini telah menyemaikan bahan semai (NaCI) sebanyak 2400 Kg dengan lama penerbangan sepanjang 6 jam 5 menit. Diharapkan, kegiatan ini bisa mengurangi potensi bencana, akibat cuaca ekstrem di Jatim. [mu/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published