Pertamina Patra Niaga Luruskan Hoaks BBM, SPBU di Bojonegoro Tetap Melayani Normal

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com - Di tengah kesibukan petugas melayani konsumen di SPBU Pertamina Jetak 54.62101 Jl. MT. Haryono, Bojonegoro, suasana tampak normal. Seorang pengendara Vespa tua antre mengisi BBM jenis Pertalite. Petugas berseragam merah dengan sigap mengangkat nozzle, melayani transaksi dengan senyum ramah, seperti yang setiap hari dilakukan di bawah pengawasan Supervisor SPBU, Iwan Gunarto.

Namun di balik rutinitas itu, muncul kekhawatiran dari Pertamina Patra Niaga atas maraknya hoaks yang beredar di media sosial. Informasi palsu terkait bahan bakar dan kebijakan perusahaan dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Pertamina Patra Niaga mengamati adanya praktik manipulasi informasi atau penyesatan informasi (hoaks) yang membuat masyarakat dan konsumen tidak nyaman,” ujar Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).

Menurutnya, penyebaran hoaks yang diarahkan pada Pertamina dan pemerintah sangat disayangkan karena mencemarkan nama baik BUMN serta merusak kepercayaan publik terhadap upaya pelayanan terbaik yang sedang dilakukan pemerintah.

Beberapa isu yang sempat ramai, seperti pengujian Research Octane Number (RON) BBM menggunakan alat portabel, dibantah tegas oleh Pertamina. Roberth menjelaskan, metode tersebut tidak dapat dijadikan dasar pengujian resmi. Hanya mesin Cooperative Fuel Research Engine (CFR) yang memiliki sertifikasi global untuk menentukan angka oktan melalui pengukuran ilmiah yang akurat.

"Alat portabel seperti Oktis-2 hanya mengukur sifat dielektrik bahan bakar, bukan angka oktan. Jadi tidak bisa dijadikan acuan ilmiah," tegasnya.

Selain itu, kabar pembatasan pengisian BBM hingga tujuh hari untuk mobil dan empat hari untuk motor, maupun larangan bagi penunggak pajak kendaraan juga dipastikan tidak benar. Penyaluran BBM, khususnya BBM subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran dan transparan.

Pertamina juga menepis isu kebakaran SPBU akibat kebijakan pembatasan BBM. "Video yang beredar adalah rekaman lama dari insiden kebakaran SPBU di Aceh tahun 2024," ungkap Roberth.

Begitu pula video yang menampilkan masyarakat “menggeruduk” SPBU di Lumajang, yang ternyata adalah situasi saat karnaval desa di Sentul pada 17 September 2025. Hujan deras membuat penonton berteduh di area SPBU yang sudah tutup, dan keributan kecil yang terjadi disebabkan oleh pengaruh minuman keras, bukan karena pelayanan SPBU.

Di Bojonegoro sendiri, suasana di SPBU seperti Jetak terpantau kondusif. Supervisor Iwan Gunarto menuturkan, pelayanan berjalan lancar tanpa ada hambatan atau kekhawatiran dari masyarakat.

"Setiap hari kami tetap buka normal, stok aman, dan masyarakat bisa membeli BBM sesuai kebutuhan," katanya.

Pertamina mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi tidak jelas sumbernya.

"Pastikan kebenaran informasi hanya dari kanal resmi Pertamina, seperti Call Center 135 dan akun media sosial resmi kami," pesan Roberth MV Dumatubun.

Dengan ketenangan pelayanan di lapangan dan penegasan dari pusat, Pertamina berharap masyarakat semakin cerdas memilah informasi dan tidak ikut memperkeruh suasana dengan menyebarkan kabar yang belum tentu benar. [feb/mad]