Dinpora Bojonegoro Sambut Positif Tren Running, Dorong Sport Tourism dan Pengelolaan Event Lebih Profesional
Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, Sambut Positif Tren Running dan Dorong Sport Tourism

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro menyambut positif meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari yang kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan berbagai event lari, baik di tingkat kota maupun kecamatan.

"Saya menyambut positif dan memang arah kita untuk memperbanyak event-event running supaya masyarakat tertarik untuk berolahraga. Ini sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan, maka kita mendukung dan memberikan rekomendasi kegiatan semacam itu," ujar Arief Nanang saat dijumpai blokBojonegoro.com, Selasa (9/12/2025). 

Menurut Arief, hampir setiap pekan terdapat event lari di berbagai titik Bojonegoro seperti kota, Gayam, hingga sejumlah kecamatan. Fenomena ini disebutnya sebagai “euforia hidup sehat” yang membawa dampak positif, termasuk bagi UMKM lokal.

"Sedikit banyak, ada kontribusi event itu ke UMKM. Ketika kegiatan dilakukan malam hari, peserta biasanya datang sore, belanja, menginap, dan paginya masih ada aktivitas ekonomi. Okupansi hotel meningkat signifikan dan tentu berdampak pada PAD, "jelasnya.

Dorong Sport Tourism Bojonegoro

Meski Bojonegoro tidak memiliki destinasi khas seperti gunung atau laut, Arief menilai event lari bisa menjadi alternatif sport tourism. Ia berharap sejumlah event dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang menarik peserta dari berbagai daerah.

"Event sport tourism ini akan terus kita jalankan. Tidak harus punya pantai atau gunung, yang penting punya kegiatan yang bisa menarik orang datang ke sini," ujarnya.

Perketat Regulasi dan Risk Management

Dengan maraknya penyelenggaraan event lari, Dinpora menekankan pentingnya standar penyelenggaraan yang baik. Setiap panitia wajib berkonsultasi dan memenuhi seluruh syarat terkait perizinan serta keamanan sebelum rekomendasi diberikan.

"Rekomendasi tidak hanya dari pemerintah kabupaten, tetapi juga dari pihak keamanan dan lainnya. Panitia wajib memenuhi semuanya. Ada risk management, marshal harus terlatih, dan rute harus diperiksa agar tidak menimbulkan kemacetan atau dampak negatif," tegasnya.

Keplaa Dinpora Bojonegoro itu juga menekankan pentingnya kesiapan peserta terutama untuk jarak jauh seperti half marathon atau marathon.

"Orang harus tahu kondisi badannya. Jangan sampai event running malah merugikan peserta karena dipaksakan. Kita cek tim kesehatan, rute, dan kesiapan panitia sebelum izin diberikan," ujarnya.

Antusiasme Tinggi, Tantangan Masih Terkendali

Arief Nanang menyebut hingga saat ini tidak ada tantangan signifikan dalam mengelola antusiasme masyarakat yang begitu besar.

"Saya menganggap tidak ada tantangan. Masyarakat sudah menjadikan lari sebagai kebiasaan baru yang dibutuhkan untuk kesehatan dan rekreasi. Yang penting kita arahkan benar sebelum event dilaksanakan," katanya lugas.

Dinpora juga terus memberi pembinaan agar event tidak menumpuk dalam waktu tertentu. Harapannya, olahraga lari tetap menjadi primadona di Bojonegoro.

"Syukur-syukur nanti bisa ditingkatkan. Yang penting kita atur, jangan sampai numpuk di bulan tertentu. Lari ini harus tetap jadi primadona di Bojonegoro," pungkasnya. [feb/mad]