Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Pagi itu, Sungai Pacal mengalir seperti biasa. Airnya tenang, menjadi bagian dari keseharian warga Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Namun, sungai yang berhilir di Sungai Bengawan Solo itu berubah menjadi saksi bisu duka yang tak terucap.
Di tepian sungai itulah, tawa dua bocah kembar berusia empat tahun tiba-tiba menghilang, seolah direnggut sungai tersebut. Rendy Wijaya dan Rindy Wijaya, sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, dilaporkan tenggelam saat berada di sekitar aliran Sungai Pacal. Keduanya merupakan buah hati pasangan Roni Wijaya (37) dan Wulan (33), warga Desa Belun.
Menurut keterangan pihak kepolisian, peristiwa tragis itu, bermula saat kedua anak tersebut hendak mencari ikan di bantaran Sungai Pacal. Aktivitas sederhana yang biasa dilakukan anak-anak di pedesaan itu berujung petaka ketika kondisi tanah di sekitar sungai dalam keadaan licin.
“Awalnya korban mau mencari ikan, diduga terpleset karena tanah licin di sekitar sungai,” ujar Kapolsek Temayang AKP Eko Suwanto, Jumat (30/1/2026).
Kabar tenggelamnya dua anak kembar itu dengan cepat menyebar. Warga sekitar bersama aparat kepolisian, segera melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Suasana harap dan cemas menyelimuti proses pencarian yang dilakukan secara gotong royong.
Setelah beberapa waktu, kedua korban akhirnya ditemukan tak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam. Arus sungai membawa tubuh mungil keduanya hingga sekitar 100 meter dari titik kejadian.
“Korban berhasil ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam. Selanjutnya korban dievakuasi oleh warga bersama petugas,” beber AKP Eko.
Petugas kepolisian bersama warga setempat langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian serta pendalaman terkait kronologi peristiwa tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan risiko lingkungan sekitar, khususnya bagi anak-anak.
Kepolisian pun mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat bermain di area berbahaya seperti sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published