Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain membantu pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, program ini juga membuka lapangan kerja bagi ribuan warga melalui keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Update resmi hingga Rabu 25 Februari 2026 sore ini, tercatat sudah ada 133 SPPG yang beroperasi. Setiap hari, dapur-dapur tersebut memproduksi 327.233 paket makanan untuk 21 kelompok penerima manfaat, mulai dari balita, siswa PAUD hingga SMA/SMK/MA, santri pondok pesantren, peserta PKBM, ibu hamil, ibu menyusui, hingga guru.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.984 relawan terlibat aktif. Mereka bekerja di berbagai posisi, seperti ahli gizi, tenaga administrasi, juru masak, pencuci peralatan, pemorsian, hingga distribusi makanan.
“Untuk gajinya diberikan harian. Alhamdulillah bisa menambah pendapatan keluarga," ujar Mutakhoh, seorang ibu rumah tangga asal RT 09/RW 03 Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tommy Putra Mandala, menjelaskan bahwa saat ini seluruh dapur MBG yang berjumlah 133 unit rata-rata melayani sekitar 3.000 penerima manfaat per hari.
"Untuk total produksi di bulan Februari 2026 saja, per hari ini mencapai 3.748.502 paket," jelas Tommy.
Ia menambahkan, masih ada peluang penambahan SPPG karena dua kecamatan, yakni Margomulyo dan Kedewan, yang mana hingga kini belum memiliki dapur MBG.
"Pemerataan layanan ini menjadi perhatian serius kami agar ke depan seluruh wilayah Bojonegoro dapat merasakan manfaat program unggulan Presiden Prabowo Subianto," tegasnya.
Sebaran SPPG saat ini telah menjangkau hampir seluruh kecamatan, di antaranya Balen, Baureno, Bojonegoro Kota, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Tambakrejo, Temayang, hingga Trucuk.
Bahkan di sejumlah wilayah seperti Sukorejo, Klangon, Pacul, Sumuragung, dan Talun, terdapat lebih dari satu dapur MBG yang aktif beroperasi.
Dengan capaian tersebut, program MBG di Bojonegoro dinilai semakin masif dan terstruktur. Pemerintah daerah bersama tim SPPG terus mendorong percepatan pemerataan layanan agar seluruh anak dan penerima manfaat memperoleh asupan gizi optimal secara berkelanjutan. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published