Sambung Sanad di Guru Mbah Yai Sholeh, yakni di Pesarean Almaghfurlah KH. Basyir Penghulu Bojonegoro
Suasana Sambung Sanad di pesarean Almaghfurlah KH. Basyir Penghulu Bojonegoro di belakang Masjid Agung Darussalam

Fotografer: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Selain di kompleks pesarean Ponpes Abu Dzarrin, Sambung Sanad 1 sebagai rangkaian Haul ke 34 KH. Muhammad Sholeh dan Masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir, Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, juga ke tempat guru Mbah Yai Sholeh lain di Kota Bojonegoro.

Baca Juga: [MBAH YAI SHOLEH PONPES ATTANWIR, WALI YANG ALIM DAN BERILMU https://www.blokbojonegoro.com/2026/05/15/gus-am-ponpes-abu-dzarrin-mbah-yai-sholeh-wali-yang-sangat-alim-dan-berilmu]

Tampak, Jumat (15/5/2026) sore, ratusan alumni dan keluarga besar Ponpes Attanwir menggelar doa bersama di pesarean belakang Masjid Agung Darussalam, Kota Bojonegoro, yakni di KH. Basyir, Penghulu Bojonegoro.

Seperti diketahui, Mbah Yai Sholeh selain pernah mondok di Ponpes Abu Dzarrin, juga berguru ke Penghulu Kota Bojonegoro, KH. Basyir, yang ketika itu juga memimpin Madrasatul Ulum. Mbah Basyir menurut sejumlah sumber, termasuk dari Pengasuh Ponpes Abu Dzarrin, KH. Muna'amul Khoir atau Gus Am, merupakan putra Almaghfurlah KHR. Moh. Rosyid.

Menurut Gus Am, jika semasa hidupnya, Mbah Yai Sholeh memang sempat mondok di Ponpes Abu Dzarrin kurang lebih 8 bulan atau tidak sampai satu tahun. Selain di Mbah Abu Dzarrin, Mbah Yai Sholeh juga menjadi santri KH. Basyir Penghulu Bojonegoro di Madrasatul Ulum yang tak lain adalah putra KHR. Moh. Rosyid.

"Termasuk mengikuti jejak Mbah Abu Dzarrin mondok di Mbah Faqih Maskumambang dan Syaikhona Kholil Bangkalan," jelasnya. [mad]