Waspada Corona, Jangan Panik
Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 1 April
Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur
Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur
Kebijakan pemberlakuan belajar di rumah bagi seluruh siswa jelas berdampak bagi pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di lingkungan sekolah. Untuk itu menindaklanjuti instruksi Bupati Bojonegoro Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam Penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pemkab mengalokasikan bantuan sembako untuk mereka.
Tiga warga Bojonegoro asal Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Kepohbaru saat ini sedang dikarantina di Kota Batam, Provinsi Kepulaun Riau. Mereka dikarantina usai pulang dari Malaysia. Mereka baru datang dari Negeri Jiran 3 hari yang lalu dan bakal dikarantina selama 14 hari.
Guna mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro memperketat pemeriksaan bagi warga luar desa yang akan masuk ke wilayah setempat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro membuka rekrutment tenaga kesehatan dalam rangka Darurat Bencana Non Alam Wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Pembukaan rekrutment tersebut berdasarkan pengumuman nomor 440/1473/412.202/2020 dengan berbagai tenaga kesehatan yang dibutuhkan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyajikan data pada sebaran peta, harian serta kumulatif Covid-19 di per Rabu (01/04/2020) pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data yang dirilis dapat dilihat kondisi hari ini maupun perkembangan selama pemantauan.
Puluhan anggota Gugus Tugas Covid-19 Desa Tejo, Kecamatan Kanor melakukan penyemprotan Disinfektan di lingkungan desa setempat, Rabu (1/4/2020).
Awal April 2020, tambahan Orang Dalam Pematauan (ODP) Pemkab Bojonegoro, menyatakan ada 12 ODP baru dan hanya ada 1 orang yang telah selesai dalam pemantauan. Hal itu berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pemkab Bojonegoro, Rabu (1/4/2020) pukul 16.00 WIB.
Di tengah pandemi Virus Corona/COVID-19, Bupati Bojonegoro melangsungkan pelantikan Kepala Desa terpilih serentak gelombang III Tahun 2020. Namun kali ini yang berbeda di tengah situasi dan kondisi pandemi COVID-19, pelantikan Kades terpilih dilangsungkan secara jarak jauh/video conference.
Sebanyak 24 Kepala Desa terpilih dari 15 Kecamatan hasil Pemilihan Kepala Deda (Pilkades) serentak Kabupaten Bojonegoro Gelombang III yang digelar pada 19 Februrari 2020 lalu, hari ini Rabu (1/4/2020) resmi dikukuhkan. Namun, pada pelantikan yang langsung dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awannah, harus melalui video conference.