17:00 . Hari ke-2 Pasca Lebaran, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Sidak ke SMPN 4 Bojonegoro   |   16:00 . Jembatan Glendeng Kembali Dibuka untuk Kendaraan Roda 2   |   15:00 . Silaturahmi Kamtibmas, Kapolres Ingatkan Tren Kenaikan Covid-19   |   14:00 . Kolam Renang jadi Tempat Alternatif Liburan   |   13:00 . Olah Lemon Jadi 5 Varian Minuman Sehat, Omzet Menggiurkan   |   12:00 . Dikenal Ramah Sebagai Penggiat Bonsai Pria Asal Sumbang Mampu Raup Puluhan Juta   |   10:00 . Lebih Mudah Transaksi dengan Pospay, Begini SOP-nya   |   08:00 . Objek Wisata Bukit Guyangan Menjadi Pilihan Libur Lebaran   |   07:00 . 9 Mitos tentang Donor Darah yang Perlu Diluruskan   |   06:00 . Tongkrongan Baru, Semilir Cafe Suguhkan Pemandangan Pinggir Nggawan   |   20:00 . Air Terjun Kedung Peti, Wisata Alam Tersembunyi di Bojonegoro   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Targetkan 11.000 unit RLTH Rampung Direhab Hingga Tahun 2023   |   18:00 . Pasca Idul Fitri, 2 Tempat Wisata Bojonegoro ini Ramai Pengunjung   |   17:00 . Lebih Mudah, Bayar Iuran JKN-KIS Lewat Aplikasi Mobile JKN   |   16:00 . Patroli PMI Bojonegoro Himbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan   |  
Tue, 18 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kolom

  • Saturday, 01 May 2021 17:00

    ISNU, Peran Pendidikan dan Sosial

    ISNU, Peran Pendidikan dan Sosial Mendengar ISNU serasa masih awam. Hal itu wajar karena Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) sebagai badan otonom (Banom) NU termuda, baru dilembagakan tahun 2012 dan disahkan pada Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010 silam. Terlebih menurut Ketua Umum PP ISNU H. Ali Masykur Musa saat wawancara eksklusif di situs resmi nu.or.id, keanggotaan ISNU hakikatnya sudah ada sejak lama. Bahkan bagi penulis sendiri, sumber kader ISNU sangat jelas baik dari kader IPNU-IPPNU, PMII, Fatayat ataupun Muslimat, Ansor dan lainnya yang sudah menamatkan jenjang akademik baik pada jenjang S1, S2, dan S3.

    read more

  • Friday, 05 February 2021 08:00

    Kontak Erat Harus Dilacak pada Pandemi Covid-19

    Kontak Erat Harus Dilacak pada Pandemi Covid-19 Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Covid-19 dapat menyerang siapa saja, tidak perduli pejabat, rakyat biasa, tua, muda, pria atau wanita. Gejala yang ditimbulkan dapat seperti gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada gejala yang berat, covid-19 dapat menimbulkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan yang terburuk adalah kematian.

    read more

  • Friday, 18 December 2020 10:00

    Pro-Kontra Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19

    Pro-Kontra Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19 Kondisi saat ini dimana semua aktivitas dilakukan secara daring termasuk perkuliahan membuat semua harus bisa beradaptasi dengan baik. Tentu saja perkuliahan yang dilakukan secara daring suasananya berbeda dengan perkuliahan yang dilakukan secara luring.

    read more

  • Thursday, 26 November 2020 11:00

    Peran Remaja Masjid Era Milenial

    Peran Remaja Masjid Era Milenial ENTAH mengapa, bila bicara remaja masjid, penulis memiliki semangat untuk memberi motivasi kepada mereka. Selain memiliki pengalaman praksis di remaja masjid, mulai dari Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA-JT), BKPRMI Kota Semarang dan Jawa Tengah, dan sekarang menjadi Majelis Pembina PRIMA-DMI Jawa Tengah, juga keprihatinan penulis akan besarnya potensi masjid yang tidak diimbangi dengan menyiapkan generasi milenial sebagai estafet penerus ketakmiran.

    read more

  • Wednesday, 25 November 2020 06:00

    Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa

    Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Penetapan HGN oleh Pemerintah sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terhadap guru. Ini tentu dapat dipahami sebagai komitmen untuk mengangkat derajat guru.

    read more

  • Monday, 16 November 2020 16:30

    Jangan Ciptakan Generasi Lupa Ingatan

    Jangan Ciptakan Generasi Lupa Ingatan Sebagaimana kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Tampaknya pepatah ini juga berlaku seiring dengan pergantian pemimpin di Indonesia. Setiap pemimpin baru, biasanya juga akan membuat sebuah kebijakan dan aturan-aturan yang baru, termasuk pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini dijabat oleh Nadiem Makarim. Seusai mengusung konsep merdeka belajar dan menghapus Ujian Nasional, baru-baru ini Mendikbud yang baru membuat sebuah wacana mengenai penyederhanaan kurikulum sebagaimana yang tertuang dalam draft sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan Assessment Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.

    read more

  • Friday, 23 October 2020 09:00

    Di Balik Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

    Menakar Hak dan Kewajiban Pelajar

    Menakar Hak dan Kewajiban Pelajar Gelombang unjuk rasa menentang kebijakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) terus meluas di berbagai daerah di Indonesia. Aksi penolakan ini juga di Kabupaten Bojonegoro. Pada hari Kamis, 8 Oktober 2020. Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat, kaum buruh, dan mahasiswa turun ke jalan dan berkumpul di depan kantor DPRD untuk bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap penerapan Omnibus Law. Mereka menyampaikan beberapa poin tuntutan yang intinya para demonstran menyampaikan mosi tidak percaya mereka terhadap pemerintah dan DPR, mengecam pengesahan UU Cipta Kerja, serta mengajak semua masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap UU Cipta Kerja.

    read more

  • Saturday, 17 October 2020 12:00

    Penghapusan UN dan Konsep Merdeka Belajar

    Penghapusan UN dan Konsep Merdeka Belajar Reformasi pendidikan di Indonesia telah dimulai. Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengusung dan memulai semangat perubahan ini melalui konsep merdeka belajar yang mencakup beberapa poin penting diantaranya: Penghapusan Ujian Nasional, Penyederhanaan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Semua konsep yang ditawarkan ini bertujuan untuk menciptakan kemerdekaan dalam belajar, artinya siswa tidak perlu lagi stres dan tertekan dalam memikirkan dan mempersiapkan Ujian Nasional, penyederhanaan RPP ditujukan agar guru lebih leluasa dan bebas untuk memilih, membuat, menggunakan dan mengambangkan format RPP. Sedangkan perubahan sistem zonasi dalam proses PPDB yang baru bisa lebih memberikan kemerdekaan bagi siswa untuk memilih sekolah yang diinginkannya (terutama bagi siswa yang berprestasi). Pasalnya, Mendikbud mengalokasikan 30% kouta untuk jalur prestasi, sedangkan sisanya 50% untuk zonasi wilayah, 15% untuk jalur afirmasi, dan 5% untuk jalur pindahan. Demikian inti program “merdeka belajar” diusung oleh Nadiem sebagaimana yang disampaikan pada rapat dengan kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (Rabu, 12 Desember 2019).

    read more

  • Monday, 05 October 2020 18:00

    Boyongan Gubernur R.M.T.A Soerjo dan HUT Provinsi Jawa Timur

    Boyongan Gubernur R.M.T.A Soerjo dan HUT Provinsi Jawa Timur Memburu sejarah Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Timur dengan dokumen-dokumen dan teks sejarah resmi di Bojonegoro cukup lumayan langka. Bahan yang ada hanya sedikit dan petunjuknya adalah Gubernur pertama Jawa Timur, R.M.T.A Soerjo pernah menjadi Residen Bojonegoro. Tafsiran penulis Residen Bojonegoro adalah Bakorwil Bojonegoro yang kantornya menghadap alun-alun Bojonegoro tentu dokumen-dokumen Perintahan zaman itu masih tersimpan baik di kator ini.

    read more

  • Saturday, 19 September 2020 08:00

    Lawan Corona Tak Sebatas Jargon Belaka

    Lawan Corona Tak Sebatas Jargon Belaka Persebaran virus corona atau yang sering disebut dengan Covid-19 dari hari ke hari semakin menghawatirkan. Jika melihat data update setiap harinya, hampir semua negara di dunia menunjukkan grafik peningkatan jumlah orang yang terpapar virus ini, bahkan angka kematian akibat virus ini di berbagai negara juga semakin meningkat. Bagaimana dengan Indonesia? Keadaan yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Indonesia. Setiap hari, pemerintah selalu memberikan kabar terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan dan persebaran covid-19 melalui juru bicara satuan gugus percepatan penanganan virus corona, dan masyarakat Indonesia juga dibuat resah dengan rantai perebaran virus ini yang sangat cepat.

    read more

blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat