Skip to main content

Category : Kolom


Kebohongan dan Amnesia Politik

“Betapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga.“ Pernyataan Tan Malaka dikutip dari buku “Dari Penjara Ke Penjara” sangat tepat menggambarkan kasus Ratna Sarumpaet. Cerita khayalan tentang penganiayaan yang dialami serta kegiatan Konferensi Asing yang diikutinya, menyebar luas dengan sangat dahsyat. Wajah lebam dampak operasi plastik yang diklaim sebagai buah penganiayaan viral di media sosial.

Menjadi Guru Sekaligus Penulis

Menjadi guru tentu bukan semata-mata sekadar nama maupun status saja. Justru menjadi guru adalah profesi mulia yang hari ini sudah terlihat sisi kesejahteraannya. Mulai dari tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan lainnya bagi guru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pendekatan Based On Actual Revenue Pembagian DBH Migas

Dalam perumusan kebijakan fiskal ketika Pemerintah bersama DPR-RI menyusun R-APBN untuk tahun mendatang, yang sesuai konvensi biasanya diawali dengan Pidato Pengantar Nota Keuangan R-APBN oleh Presiden kepada DPR-RI pada tanggal 16 Agustus, lazimnya Pemerintah mengusulkan kepada DPR-RI beberapa asumsi dasar dalam R-APBN yakni : prognosa lifting per hari, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price / ICP) dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (kurs). Bagi daerah yang tidak ditetapkan dalam kategori sebagai daerah penghasil migas, asumsi-asumsi makro itu tidaklah terlalu menjadi perhatian, karena hanya akan berpengaruh dalam capaian target penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) bagi Pemerintah, dan tidak ada pengaruh signifikan terhadap penerimaan daerah.

Mistifikasi Komunisme dan Pilpres 2019

Ada hantu yang setiap tahun selalu didatangkan ke Indonesia, mengisi narasi dan perdebatan politik di lingkaran elite sampai obrolan warung kopi. Hantu itu bernama komunisme. Pada masa Orba, hantu-hantuan itu telah menjadi liturgi politik tahunan yang harus diikuti rakyat. Saat ini, pengguliran isu komunisme tidak lepas dari momentum pemilu 2019, khususnya pemilihan presiden.

Catatan dari New York, USA (2)

Berburu Masakan Indonesia di New York

Pergi ke negara orang bagi saya yang paling sulit adalah mencari masakan rasa Indonesia. Maklum lidah saya terlalu "setia" dengan pecel, rawon, soto, sate, gudeg, rendang, rujak cingur.

Catatan dari New York, USA (1)

Dampingi Bu Risma Bicara Terorisme di PBB

Langka. Jarang terjadi seorang Walikota diberi "panggung" bicara di salah satu forum PBB di New York. Kecuali Walikota Surabaya Bu Risma.

Muharram, Momen Kehancuran Fir'aun

Tahun Baru Hijriyah sudah berlalu lebih dari seminggu. Umat Islam kembali bergemuruh untuk memperingati 10 Muharram atau Hari Asyura’. Ada yang berpuasa, membuat acara-acara seremonial atau bahkan, jika datang ke Iran (kawasan yang mayoritas Syiah) anda akan disuguhi sebuah pertunjukan yang mengerikan. Yakni, menghajar diri sendiri dengan benda-benda tajam. Hal itu dilakukan sebagai ritual untuk ikut merasakan pedih yang dialami Husain bin Ali bin Abi Thalib, Cucu Nabi Muhammad SAW yang disiksa Yazid bin Muawiyah dengan kejam.

GP Ansor dan Sinergitas Membangun Bojonegoro

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi pada negeri ini, Tentunya banyak sekali permasalahan yang harus kita hadapi ke depannya. Hal ini, semestinya harus menjadi mandatori multi sektor agar semua pihak berfikir bagaimana agar bisa lepas dari masalah-masalah tersebut. Namun sebelum berbicara masalah lebih panjang, pertanyaan besarnya, sudah siapkah kita menjawab berbagai tantangan masa depan bangsa ini ? yakinkah kita?

Tabir Gelap Sejarah 27 Juli 1996

“Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan…Jika kau menghamba pada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan,” (Wiji Thukul). Suara untuk membuka tabir gelap dalam sejarah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) terus disuarakan. Namun disisi lain, ada pula ketakutan yang menjadi penghambat dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM, termasuk pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996. Potensi bersinggungan dengan orang-orang “kuat” menjadi salah satu faktornya.