Skip to main content

Category : Berita Sebelumnya


Jemput Bola Rekam E-KTP, Disdukcapil Datangi Disabilitas, ODGJ dan Lansia

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya memastikan seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mendapatkan hak dasar mereka dalam kepemilikan identitas resmi berupa e-KTP.

Info Madrasah

Kemenag Bojonegoro Siapkan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Peran Pengawas

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mulai menyiapkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh jenjang madrasah, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA. Meski tanpa dukungan anggaran dari pusat, Kemenag tetap optimistis melangkah dengan memaksimalkan peran para pengawas.

Berita Foto

Praktik Buat Struktur Koperasi Desa Merah Putih

Perwakilan tiga desa di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro saat mengikuti kegiatan TREMBESI (Temu Rembug Bareng Sinau Koperasi) yang berlangsung di Waroeng Hastina, Kedungadem.

Pernikahan Dini

Lima Kecamatan Penyumbang Diska Tertinggi di Bojonegoro

Angka pemohon Dispensasi Kawin (Diska) di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Hingga Juni 2025 lalu, di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro tercatat sebanyak 205 perkara anak mengajukan untuk pernikahan dini. Dari data yang diolah blokBojonegoro.com, 205 perkara tersebut terdapat lima kecamatan yang menyumbang angka Diska tertinggi di Kabupaten Bojonegoro.

Berita Foto

Harapan Baru Balita di Bojonegoro Alami Kelainan Sejak Lahir

Harapan untuk sembuh kembali untuk Nazril Izzan Khoirulloh (2), balita asal Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang sejak lahir mengalami kelainan langka Atresia Ani atau lahir tanpa anus.

KKN PINTAR UNUGIRI 2025

TREMBESI Ala KKN UNUGIRI di Kedungadem

Kegiatan TREMBESI (Temu Rembug Bareng Sinau Koperasi) yang berlangsung di Waroeng Hastina, Kedungadem, menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Kolom

Beasiswa dan Mimpi-Mimpi Kita

Negara adil makmur, yang sering diistilahkan dengan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, juga impian yang terus dikhtiarkan menjadi kenyataan. “Gemah ripah loh jinawi, toto, titi tentrem kerto raharjo”, menjadi cita-cita nenek moyang sebagai the founding fathers negeri dengan penduduk 285 juta ini.