Hari Ketiga, Pencarian Warga Tenggelam Dilanjutkan
Tim SAR BPBD Bojonegoro kembali melanjutkan pencarian warga Desa Tulungagung, RT.09/RW.05 Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (22/1/2017) sore.
Tim SAR BPBD Bojonegoro kembali melanjutkan pencarian warga Desa Tulungagung, RT.09/RW.05 Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (22/1/2017) sore.
Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang bertepatan tanggal 9 Februari, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro akan menggelar rangkaian Roads to Campus Bojonegoro, bakti sosial, donor darah, serta sarasehan bersama.
Hingga saat ini masih ada sebanyak 62 jalan perlintasan rel kereta api yang berpalang pintu dan tidak ada penjaga di Kabupaten Bojonegoro.
Mayat perempuan bertato yang ditemukan di Bengawan Solo wilayah Desa Ngablak, Kecamatan Dander siang tadi diduga kuat warga Cepu, Jawa Tengah.
Sampai pertengahan bulan Januari ini, Wajib Pajak (WP) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan terdaftar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bojonegoro baru 261 WP yang melaporkan Surat Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2016.
Tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pagi tadi kembali melanjutkan pencarian jasad pria asal Desa Tulungagung, Kecamatan Malo yang tenggelam di Bengawan Solo. Di saat pencarian pencarian dilakukan, petugas menemukan mayat lain berjenis kelamin perempuan.
Kasus yang menimpa anak di Kabupaten Bojonegoro setiap tahunnya masih saja terjadi. Namun di tahun 2016, kasus perlindungan anak yang ditangani Polres Bojonegoro paling banyak didominasi kasus persetubuhan yang jumlahnya mencapai 15 kasus.
Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menetapkan siaga 24 jam untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, ancaman musibah masih mengintai Kota Ledre dengan kondisi hujan lebat dan angin kencang.
Seorang warga Desa Tulungagung RT.09/RW.05 Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro diduga tenggelam di Bengawan Solo, Minggu (22/1/2017) sore.
Belakangan ini, tinggi muka air di Bengawan Solo menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun sekarang di bawah siaga, namun hujan lebat disertai angin kencang bisa membuat air kembali naik. Hal itu membuat petani yang ada di bantaran ketar-ketir.