Skip to main content

Category : Peristiwa


Hari Ketiga, Pencarian Warga Tenggelam Dilanjutkan

Tim SAR BPBD Bojonegoro kembali melanjutkan pencarian warga Desa Tulungagung, RT.09/RW.05 Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (22/1/2017) sore.

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)

Kegiatan Sosial PWI Bojonegoro Akan Dilaksanakan Mandiri

Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang bertepatan tanggal 9 Februari, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro akan menggelar rangkaian Roads to Campus Bojonegoro, bakti sosial, donor darah, serta sarasehan bersama.

Baru 261 WP Laporkan SPT Tahunan

Sampai pertengahan bulan Januari ini, Wajib Pajak (WP) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan terdaftar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bojonegoro baru 261 WP yang melaporkan Surat Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2016.

Cari Mayat, Tim SAR Temukan Jasad Lain

Tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pagi tadi kembali melanjutkan pencarian jasad pria asal Desa Tulungagung, Kecamatan Malo yang tenggelam di Bengawan Solo. Di saat pencarian pencarian dilakukan, petugas menemukan mayat lain berjenis kelamin perempuan.

Ha...! Kasus Persetubuhan di Bojonegoro Marak

Kasus yang menimpa anak di Kabupaten Bojonegoro setiap tahunnya masih saja terjadi. Namun di tahun 2016, kasus perlindungan anak yang ditangani Polres Bojonegoro paling banyak didominasi kasus persetubuhan yang jumlahnya mencapai 15 kasus.

Bojonegoro Waspada Bencana

Status Siaga Bencana Bisa Diperpanjang

Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menetapkan siaga 24 jam untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, ancaman musibah masih mengintai Kota Ledre dengan kondisi hujan lebat dan angin kencang.

Bojonegoro Waspada Bencana

Air Bengawan Fluktuatif, Petani di Bantaran Ketar-Ketir

Belakangan ini, tinggi muka air di Bengawan Solo menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun sekarang di bawah siaga, namun hujan lebat disertai angin kencang bisa membuat air kembali naik. Hal itu membuat petani yang ada di bantaran ketar-ketir.