12 Desa di Kanor Masuk Kawasan 10 Ton Per Hektare
Reporter : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Kecamatan Kanor, sekarang menjadi kekuatan ekonomi baru di Kabupaten Bojonegoro selama 3 tahun terakhir ini. Kecamatan yang berada di Timur Laut Kota Ledre tersebut, berhasil menyumbang 20 persen lebih kebutuhan pangan Kabupaten Bojonegoro.
 
Keberhasilan tersebut berkat dibangunnya tanggul utama Bengawan Solo pada tahun 2012, yang menjadikan pertanian masyarakat Kanor berubah drastis. Bahkan, 12 Desa di Kecamatan Kanor mampu masuk kawasan dengan penghasilan padi 10 ton per hektarenya (Ha) setiap panen.
 
"12 Desa itu adalah Desa Sarangan, Desa Canga'an, Desa Kabalan, Desa Simbatan, Desa Piyak, Desa Tambahrejo, Desa Kanor, Desa Semambung, Desa Pilang, Desa Gedongarum , DesaKedungprimpen dan  Desa Prigi," terang Camat Kanor, Subiyono.
 
Keberhasilan tersebut, salah satu faktornya adalah mampu memanfaatkan aliran Sungai Bengawan Solo pada musim kemarau, dengan sistem pompanisasi yang dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Bahkan berkat pertanian tersebut, juga mampu mengantarkan Kanor sebagai Kecamatan yang paling banyak Calon Jamaah Haji (JCH) di Kabupaten Bojonegoro, dengan 80 persen adalah berlatar belakang petani.
 
Ke depannya Subiyono berharap, untuk hasil panen bisa dikelola di wilayah Kanor, dengan sistem pengelolaan hasil panen (beras) menggunakan sistem modern. Sehingga, ke depannya beras dari masyarakat Kecamatan Kanor mempunyai nilai jual yang tinggi dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (Bumdes) masing-masing.
 
"Selain itu, Kami akan terus meningkatkan etos kerja dan bersinergi antara petani, birokrat, pengusaha serta Akademisi," lanjut Camat Kanor kepada blokBojonegoro.com.
 
Subiyono menjelaskan, empat pilar tersebut harus selalu dibangun. Pasalnya, dengan empat pilar itu pertumbuhan ekonomi akan terus terbangun dan meningkat, serta tentunya akan menambah kesejahteraan masyarakat. [din/lis]