Kontributor: Apriani
blokBojonegoro.com - Setalah dari kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk menyampaikan 'Rapor Merah Kang Yoto' dan harus gigit jari lantaran Bupati Suyoto enggan menemui. Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro yang melakukan aksi pulang dengan rasa kecewa.
Setelah beranjak dari kantor Pemkab Bojonegoro para mahasiswa berselawat dan menyanyikan kalimat tauhid, seperti yang biasa dinyanyikan saat ada orang meninggal sepanjang perjalanan pulang dari aksi.
"Laa illaha illallah, laa illaha illallah, laa illaha illallah, muhammad rasullah," sepenggal lirik yang diserukan mahasiswa.
Saat dikonformasi blokBokonegoro.com, koordinator lapangan (Korlap), Arif Dwi Setiawan menyebutkan, lantunan selawat tersebut sebagai nyanyian kekecewaan terhadap Bupati Suyoto, karena enggan menemui peserta aksi.
"Itu adalah nyanyian sahabat/i untuk Kang Yoto, karena kita merasa kecewa dengan Kang Yoto, kita tidak dapat bertemu beliau secara langsung," tuturnya. [ani/rom]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published