Reporter : M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Madrasah di Jawa Timur terus bergerak maju. Prestasi demi prestasi berhasil diraih, dan jumlah peserta didik meningkat rata-rata 6% setiap tahun. Namun, di balik pertumbuhan itu, ada proses penting yang terus diperkuat, yakni melalui PPKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) yang bukan hanya rutinitas, melainkan sarana untuk mendorong perubahan nyata di dunia pendidikan madrasah.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, usai melakukan kunjungan PPKM di MAN 2 Bojonegoro, bersama Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Bojonegoro, H. Sholihul Hadi, serta Kepala MAN 2 Bojonegoro dan MTs Negeri 3 Bojonegoro awal pekan ini.
"PPKM adalah bagian dari mekanisme organisasi madrasah yang harus dijalankan dengan serius. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Ini bukan sekadar kewajiban administratif," tegas Sugiyo kepada blokBojonegoro.com usai agenda PKKM.
Ia menekankan bahwa PPKM bukan sekadar penilaian formal terhadap kepala madrasah, tapi menjadi momen refleksi dan transformasi. Tujuannya adalah memperbaiki kualitas kepemimpinan serta memastikan layanan madrasah benar-benar berpihak pada siswa.
"Secara umum, tren penilaian kepala madrasah makin hari makin baik. Tapi itu belum cukup. Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan terhadap siswa juga semakin meningkat," lanjutnya.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya pembelajaran yang bermakna. Ia mencontohkan kasus di mana guru menganggap tugasnya selesai karena materi telah habis, padahal siswa belum memahami secara fungsional.
"Misalnya, materi Bahasa Inggris sudah selesai, tapi siswa belum bisa berbicara (praktik). Atau fikih sudah diajarkan, tapi wudhu saja belum benar. Ini menandakan perlunya pendekatan baru dalam proses belajar mengajar," ungkapnya.
Pendidikan madrasah, lanjutnya, harus berbasis pada kebutuhan siswa sebagai kostumer utama. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ISO 9001, yang menyatakan bahwa layanan terbaik adalah yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan secara maksimal.
Seluruh energi guru dan manajemen madrasah harus diarahkan untuk membantu siswa berkembang. Guru harus hadir bukan hanya sebagai pengajar, tapi sebagai pendamping arah hidup siswa.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pendidikan yang mampu membantu siswa mengenal potensi dan arah masa depannya. Guru harus mampu membimbing siswa merancang jalan hidupnya secara realistis dan strategis.
"Kalau ingin jadi dokter, maka harus paham potensi akademiknya. Bagaimana kemampuan biologi, kimia, fisika, matematika. Itu semua harus dimatangkan sejak dini. Guru punya peran penting di situ," katanya. [feb/mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published