Ngaos Sareng Gus Idris bin Mbah Hamid di Ponpes Abu Dzarrin

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Ratusan alumni dan santri yang tergabung di Ikatan Keluarga Santri Alumni Salafiyah (IKSAS) Pasuruan, mengikuti silaturrahim dan Ngaos Sareng (NGASAR) kitab Riyadlus Sholihin, Sabtu (9/8/2025).

Kegiatan rutin Pengasuh Ponpes Salafiyah dan Ponpes Bayt Alhikmah Pasuruan, KH. Idris Hamid bin KH. Abdul Hamid, Pasuruan itu kali ini bertempat di kompleks Ponpes Abu Dzarrin, Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Abi Dzarrin, KH. Muna'amul Khoir berterima kasih atas kerawuhan Gus Idris di Ponpes Abu Dzarrin. 

"Matur suwun sanget (Terima kasih banyak) kepada Romo Yai Idris sudah bisa hadir di pondok, dalam acara rutinan IKSAS Bojonegoro," kata Gus Am, panggilan akrabnya didampingi Gus Syaif, Gus Im dan Gus Lum.

Sementara itu Gus Idris sambil menerangkan kitab Riyadlus Sholihin bercerita banyak mengenai fadilah dan keutamaan tidak pelit.

"Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asyari itu sangat baik untuk masyarakat sekitar. Begitu peduli. Pernah ada cerita, jika habis panen padi di sawah di tengah jalan dibagi-bagikan ke warga. Sampai pondok, hasil panennya habis," cerita Gus Idris.

Kemungkinan besar, kebiasaan istimewa Mbah Hasyim itulah yang diikuti abah Mbah Yai Hamid Pasuruan. Setiap pagi, sebelum Shalat Subuh, Yai Hamid jalan membawa beras ditaruh di depan rumah warga.

"Hampir setiap hari, kebiasaan itu tidak pernah berhenti. Itulah Mbah Yai Hamid, makanya contoh-contoh baik itu bisa kita lakukan," pungkasnya. [mad]