Kontributor: M. Hilmi Masluhan
blokBojonegoro.com - Suasana Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, mendadak ramai Kamis (27/8/2025). Jalan utama desa dipenuhi kerumunan ribuan warga dari berbagai penjuru yang antusias menyaksikan pawai sound horeg, sebuah hiburan musik keliling yang kini semakin populer di kalangan anak muda.
10 truk yang dihias lampu warna-warni berjajar memeriahkan "Pucangarum Cultural Carnival 2025", masing-masing membawa perangkat sound system berukuran besar alias jumbo. Diantaranya dari Brewog Audio, Blizzard Audio, Mandala Pro Audio, Tanpa Batas Audio, Prima Nada, RA Audiopro, Alvaro Audio, CR star, RWJ Audio dan Nisa Indah Audio.
Tidak hanya kalangan muda, orang tua dan anak-anak pun tumpah ruah ke jalan. Mereka melangkah dan bergoyang mengikuti irama musik remix dan DJ yang dimainkan operator sound. Sejak semalam sebelum acara dimulai, berbagai penonton dari luar desa dan bahkan dati kecamatan tetangga, telah hilir mudik melihat kemewahan sound horeg tersebut.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, Polres Bojonegoro telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tidak menggelar pawai sound horeg. Imbauan tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) yang di keluarkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada 6 Agustus 2025 untuk mengatur penggunaan sound horeg (sound system berdaya tinggi).
"Meriah sekali, penonton juga senang ikut bergoyang. Walaupun ada imbauan, panitia tetap meminta izin ke aparat setempat dan ada pengamanan juga dari aparat," ungkap Sainul salah satu penonton pawai sound horeg.
Bagi masyarakat Desa Pucangarum, pawai sound horeg telah menjadi simbol kebersamaan dan hiburan rakyat. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya hiburan digital, dentuman musik jalanan ini tetap menjadi daya tarik yang mampu menyatukan warga desa dalam tawa, joget, dan semangat kebersamaan.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar yang hadir ikut membuka acara mengatakan, jika pawai budaya seperti ini bisa ikut nguri-nguri budaya Kabupaten Bojonegoro.
"Pucangarum top. Pucangarum keren. Pucangarum mbois. Pucangarum ora sepele. Ini jadi barometer, karena acara seperti ini baru pertama kali di Kabupaten Bojonegoro," kata Umar memberikan sambutan di atas panggung. [han/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published