Bekal Percaya Diri dari Desa untuk Dunia Kerja: Cara Siswa dan Mahasiswa Bojonegoro Siap Taklukkan Tantangan
Reporter: M. Anang Febri 
 
blokBojonegoro.com - Reyhan Saputra, siswa SMKN Purwosari, Bojonegoro, dulu sering merasa canggung saat harus berbicara di depan umum. Tapi kini, rasa gugup itu mulai sirna. Pelan-pelan, ia mampu menaklukkan panggung kecilnya sendiri, berbicara dengan lebih lantang dan penuh keyakinan.
 
Semua bermula dari keputusannya untuk mengikuti pelatihan public speaking yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Bojonegoro.
 
"Saya jadi lebih percaya diri, ternyata berbicara di depan umum bisa dipelajari dan dilatih, bukan bakat semata," ungkap Reyhan saat ditemui pada Minggu (31/8/2025).
 
Lewat pelatihan itu, Reyhan mulai menyadari bahwa berbicara di depan orang banyak tak sesulit yang ia bayangkan. Sesi praktik yang interaktif membantunya mengenali dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil, seperti tempo bicara yang terlalu cepat atau kurangnya kontak mata dengan audiens.
 
Pelatihan public speaking ini merupakan bagian dari Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa yang digagas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas. Dalam pelaksanaannya, EMCL menggandeng LPPM IKIP PGRI Bojonegoro untuk melakukan pendampingan dan menggelar berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.
 
Semangat yang sama juga dirasakan Riski Firnanda, mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Ia begitu antusias mengikuti sesi pelatihan yang berlangsung Sabtu kemarin. Menurutnya, cara penyampaian materi oleh narasumber Ossa Adnan sangat menarik dan memotivasi.
 
Tak hanya meningkatkan rasa percaya diri, pelatihan ini juga membuka pandangan para peserta bahwa kemampuan komunikasi bisa menjadi senjata penting di dunia kerja.
 
Dr. Ima Isnaini, perwakilan dari IKIP PGRI Bojonegoro, menegaskan pentingnya keterampilan ini untuk generasi muda saat ini. "Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dan mahasiswa memiliki bekal untuk lebih siap bersaing secara global," katanya.
 
Program pelatihan ini merupakan kegiatan kedua dari total empat rangkaian peningkatan kapasitas yang diberikan kepada 5 siswa SMK dan 12 mahasiswa. Mereka merupakan generasi muda dari desa-desa sekitar wilayah migas Blok Cepu yang terpilih mengikuti program pendampingan.
 
Sebelumnya, peserta telah dibekali keterampilan dasar seperti typing wizard, English for specific purposes, dan sesi motivasi dari alumni program terdahulu. Dalam waktu dekat, peserta juga akan mendapatkan pelatihan terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Tak hanya teori, setiap hari mereka juga menjalani praktik kerja langsung di Lapangan Banyu Urip sesuai dengan bidang masing-masing.
 
Bagi Husna Widya, perwakilan EMCL, program ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di wilayah operasi Blok Cepu.
 
"Kami berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat, terutama bagi generasi muda agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja," pungkasnya. [feb/mas]