Reporter : M. Anang Febri
blokBojonegoro.com — Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, H. Amanulloh, menegaskan bahwa Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bukan sekadar perlombaan akademik, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda.
“Menang bukanlah tujuan utama. Anak-anak yang ikut OMI adalah anak-anak hebat. Ini membuktikan bahwa mereka punya semangat, kompetensi, dan karakter yang kuat,” ujarnya saat membuka pelaksanaan OMI di halaman MTs Abu Darrin, Bojonegoro, Selasa (9/9/2025).
OMI tingkat kabupaten Bojonegoro diikuti oleh 1.335 siswa dari berbagai jenjang. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah sesuai jenjang pendidikan, yaitu 9 September untuk MA/SMA, 10 September untuk MI/SD, dan 11 September untuk MTs/SMP.
Selain aspek akademik, OMI juga menjadi wujud dukungan Kementerian Agama terhadap pengembangan moral dan spiritual siswa madrasah.
"InsyaAllah ini menjadi langkah membentuk anak-anak yang sholeh, sholehah, dan bermanfaat bagi masyarakat," tambah Amanulloh.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan kepala madrasah di Kabupaten Bojonegoro yang telah mempersiapkan siswa dengan baik.
"Mudah-mudahan OMI ini sukses, madrasah semakin hebat, bermartabat, dan mendunia," tutupnya.
Dengan kompetisi di berbagai mapel seperti IPAS, Matematika, Biologi, dan IPS, OMI menjadi perpaduan antara prestasi dan nilai keagamaan, yang mana mencerminkan wajah baru pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Wahyudi, salah satu guru pembina peserta OMI dari MA Manba'ul Ulum, Klepek, Kecamatan Sukosewu, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang terhadap anak didik yang mengikuti lomba.
"Sebelumnya sudah kita siapkan, lewat bimbingan belajar tambahan. Target kita masuk tiga besar," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com. [feb/col]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published