Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com – Dari sebuah rumah sederhana yang sekaligus menjadi Sekretariat Srono Makmur di Dukuh Tula’an, Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, semangat peternakan muda mulai disulut. Di tempat itu, digelar bootcamp perdana bidang peternakan ruminansia kambing. Suasana akrab antara pemateri dan peserta membuat forum belajar ini terasa hangat, seperti pertemuan keluarga yang penuh semangat berbagi pengalaman.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/26/pemuda-bojonegoro-belajar-smart-farming-anggur-di-kensvill-siapkan-kemandirian-pertanian-modern/]
Salah satu peserta, M. Aji Purnomo asal Desa Kalirejo, Kecamatan Ngraho, mengaku senang bisa hadir dan bertukar gagasan secara intens dengan para peserta. Hari pertama, menurutnya, menghadirkan kesan berbeda.

"Tentu kita butuh jaringan dan tambahan ilmu. Kegiatannya seru, ada hal unik seperti kerajinan kulit domba. Harapan saya semua peserta bisa saling komunikasi, jejaring, dan berkolaborasi untuk memperkuat perekonomian Bojonegoro," tutur Aji.
Bootcamp yang berlangsung hingga Minggu (28/9/2025) itu menghadirkan berbagai materi mulai dari motivasi, membaca peluang income, manajemen kandang, hingga praktik membuat pakan alternatif.
Sulistyo Nurul Cahyo, salah satu narasumber sekaligus tuan rumah mitra bootcamp Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, menilai bahwa peserta sangat bersemangat.
"Mereka aktif bertanya tentang harga yang fluktuatif, strategi pemasaran, hingga cara memanfaatkan digital market. Ini semangat luar biasa," jelas founder Kelompok Ternak Srono Makmur itu.
Laki-laki peraih Juara Terbaik 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro Bidang Pangan tersebut menekankan bahwa bootcamp ini bukan hanya transfer ilmu, melainkan wadah membentuk jejaring baru.
"Harapan kami dari Srono Makmur akan tumbuh pemuda-pemuda yang bangga terjun di dunia peternakan. Mereka akan punya circle untuk kolaborasi, demi ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi," lengkap Sulistyo.
Peserta juga diajak mengenal lebih dekat jenis-jenis kambing dan memahami hulu-hilir dunia peternakan. Aji pun memberi pesan untuk pemula.
"Kalau cita-citanya tinggi harus lebih semangat. Prosesnya harus dinikmati dari bawah, mulai dari hal kecil," pesannya.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menyebut kegiatan ini penting untuk memperkuat peran pemuda di bidang ekonomi.
"Alhamdulillah, semoga bootcamp ini berdampak langsung bagi pemuda untuk menguatkan peran mereka sesuai bidang yang diminati. Ini bagian dari ikhtiar menuju Bojonegoro membanggakan," ujarnya.
Bootcamp ruminansia di rumah Sekretariat Srono Makmur ini membuktikan bahwa ruang belajar tidak harus megah. Dari sebuah rumah desa, lahir semangat jejaring, kolaborasi, dan inovasi yang bisa membawa pemuda Bojonegoro makin percaya diri menatap masa depan peternakan. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published