Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Gelaran perdana Matsada Fest 1 di Kampus D MTs Abu Darrin Yayasan Pendidikan Abu Darrin, Sumbertlaseh, Dander, Minggu (23/11/2025), langsung meledak dengan antusias peserta dari Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Total 580 peserta meramaikan tujuh kategori lomba yang digelar di kawasan kampus MTs Abu Darrin.
Kepala Kemenag Bojonegoro H. Amanulloh melalui Kasi Pendma, Drs. H. Moh. Sholihul Hadi, M.Pd., yang hadir dalam seremoni pembukaan acara, menyebut Matsada Fest sebagai contoh inovasi pendidikan yang layak diikuti madrasah swasta lainnya.
"Kegiatan ini luar biasa dan menjadi tonggak bagi madrasah swasta untuk menyentuh model inovasi seperti yang dilakukan MTs Abu Darrin," ujar H. Sholi kepada blokBojonegoro.com usai pembukaan acara dan meninjau kegiatan lomba.
Pihaknya menambahkan bahwa kesiapan panitia terlihat maksimal setelah meninjau beberapa titik lokasi. Selain itu, Kasi Pendma juga menekankan pentingnya inovasi bagi seluruh madrasah di bawah naungan Kemenag.
"Pelaksanaannya sudah ideal dan bisa menjadi contoh bahwa kegiatan seperti ini harus dipersiapkan matang agar hasilnya maksimal. Madrasah harus berinovasi karena untuk hidup harus berinovasi," tegas laki-laki asal Kecamatan Ngasem itu.
Menurutnya, para kepala madrasah wajib menyiapkan program inovatif untuk meningkatkan potensi akademik dan non-akademik peserta didik.
"Kegiatan seperti ini membuat madrasah belajar memahami bagaimana melayani kebutuhan pengembangan diri siswa secara lebih baik," lengkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MTs Abu Darrin, Hj. Farida Iana, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa gelaran Matsada Fest ini selain menampung potensi anak, juga sebagai upaya mengukur kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
"Festival ini adalah branding awal untuk melihat sejauh mana ekspetasi masyarakat ke MTs Abu Darrin, dan ternyata antusiasnya luar biasa," ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ida itu.

Ia menjelaskan ada enam cabang lomba yang digelar, mulai dari kaligrafi, catur, baca puisi, olimpiade Matematika, IPA, dan IPS, tenis meja, hingga voli mini. Pelaksanaan lomba dibuat objektif dan transparan, nilai olimpiade langsung ditampilkan di layar televisi agar peserta dan orang tua bisa melihat secara terbuka.
"Total peserta yang ikut mencapai lima ratus delapan puluh dari tiga daerah, dan ini sangat melampaui kuota yang kami sediakan," jelasnya.
Dari hal itu, Kepala Madrasah yang di kenal ramah nan tegas tersebut berharap agar Matsada Fest membawa MTs Abu Darrin naik kelas dalam kualitas maupun kepercayaan publik.
"Kami ingin MTs Abu Darrin selalu berada di hati masyarakat dari tingkat provinsi sampai nasional," pungkasnya.
Sementara itu, KHM. Ainun Na’im, S.Pd.I, selalu pembina Yayasan Pendidikan Abu Darrin mengapresiasi panitia dan peserta yang telah menyukseskan Matsada Fest.
"Kami bersyukur karena visi kami adalah melahirkan generasi berprestasi menuju kemandirian," ucapnya.
Laki-laki yang kerap siapa Gus Un itu berpesan, agar para siswa terus mengasah kreativitas dan keterampilan sebagai bekal hidup di masa depan.
"Di era modernisasi ini kita tetap berpegang pada Al-Quran, fastabiqul khairat," lanjutnya.
Lebih dari itu, Gus Un menilai jumlah peserta yang mencapai 580 orang membawa keberkahan tersendiri bagi dunia pendidikan.
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan memajukan generasi bangsa untuk Indonesia di masa mendatang,” harapnya.
Dukungan juga datang dari para guru pendamping, salah satunya Ali dari MI Nurul Huda Semen Pinggir, Kecamatan Kapas, yang mengantar delapan siswa untuk mengikuti lomba.
"Anak-anak kami sangat antusias dan Matsada Fest memberi mereka ruang belajar yang berbeda. Kegiatan ini layak menjadi agenda tahunan karena memberi motivasi besar bagi madrasah-madrasah dasar," kata Ali mengapresiasi. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published