Puluhan Siswa Diduga Keracunan Makanan, Kepala MAN 1 Bojonegoro Pilih Tunggu Hasil Medis
Sejumlah ambulan nampak terparkir di depan IGD RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro usai mengangkut para siswa diduga keracunan makanan (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro akhirnya memberikan penjelasan terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa MAN 1 Bojonegoro pada Jumat (28/11/2025) petang.

Eko Supriyanto menegaskan, hingga saat ini pihak sekolah masih berpikir positif dan belum dapat memastikan sumber penyebab sakit yang dialami para siswa. Menurutnya, selama kegiatan di madrasah tidak ditemukan hal mencurigakan yang mengarah pada keracunan massal.

“Saya masih berpikir positif, karena di sekolah tidak terjadi apa-apa. Diare atau sakit perut itu bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari cuaca yang tidak bersahabat, bisa juga dari penularan di WC, atau dari makanan,” ungkap Eko saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).

Eko menyebut, sejumlah siswa yang sakit diketahui tinggal di pondok pesantren, sehingga kemungkinan penyebabnya juga bisa berasal dari lingkungan luar sekolah.

“Sedangkan mereka kejadian di pondok juga bisa karena makanan atau tertular yang sedang sakit diare. Tapi karena mereka tetap siswa-siswi kami, tetap kami perhatikan dan kami kawal hingga ke rumah sakit,” jelasnya.

Soal dugaan dari menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Eko menegaskan, jika dirinya tidak mau menyudutkan dan mengkambinghitamkan pihak manapun. Ia akan menunggu hasil resmi dari tim medis RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

“Saya tidak mau menyudutkan dan mengambinghitamkan sebuah masalah. Yang menentukan penyebab pastinya biarlah tim kesehatan dan medis,” tegasnya.

Eko juga menyampaikan bahwa dari tiga pondok lain di sekitar wilayah Desa Pacul yang juga dihuni siswa MAN 1 Bojonegoro, seluruhnya dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan kejadian serupa.

“Alhamdulillah, yang di pondok lain aman, tidak ada apa-apa. Yang sakit juga bukan dari MAN 1 saja, dari MAN 2 juga ada,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, sekitar 30 siswa dilaporkan mengalami sakit perut dan diare, sementara 18 siswa harus dilarikan ke IGD RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan intensif. Para siswa tersebut juga tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren Al-Falah Pacul. [riz/mad]