Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bojonegoro berhasil menembus pasar global. Hal tersebut, ditorehkan PT. Pareto Estu Guna, perusahaan produsen healthy snack yang bermarkas di Jalan Raya Kabunan Balen, resmi melepas ekspor perdana keripik singkong premium “Matoh” ke Arab Saudi.
Satu kontainer penuh produk olahan singkong ini diberangkatkan dengan nilai ekspor mencapai USD 17.500, hal ini menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Keripik singkong “Matoh” hadir dengan konsep camilan sehat tanpa bahan pengawet dan tanpa MSG. Mengandalkan singkong berkualitas tinggi serta rempah-rempah khas Nusantara, produk ini berhasil lolos seleksi ketat pasar Timur Tengah yang terkenal memiliki standar tinggi terhadap kualitas pangan.
Ass. Direktur perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Jhordy Kashoogie, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya UMKM adalah penggerak penting perekonomian, dengan kontribusi besar terhadap PDB nasional maupun regional.
“Ini merupakan prestasi luar biasa. Satu kontainer penuh keripik Matoh telah dikirim ke Arab Saudi. Kami bangga atas pencapaian ini,” ungkap Jhordy dalam acara pelepasan ekspor.
BI menilai PT. Pareto Estu Guna sebagai bukti nyata keberhasilan tiga strategi pengembangan UMKM yang sedang dijalankan: peningkatan kualitas, pembiayaan, dan kapasitas usaha. Perusahaan ini juga telah mendapatkan pembekalan dari Akademi Muda Ekspor serta diikutsertakan dalam berbagai program GoExport dan pelatihan internasional.
Di tempat yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono turut memberikan apresiasi besar. Menurut Wahono, ekspor perdana ini bukan hanya sebuah capaian bisnis, tetapi juga membuka peluang bagi petani singkong lokal karena meningkatnya kebutuhan bahan baku.
Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk petani agar mampu memenuhi standar singkong premium yang dibutuhkan pabrik.
“Dengan ekspor ini, kita bukan hanya membanggakan nama Bojonegoro, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Terima kasih kepada PT. Pareto Estu Guna yang telah mengharumkan nama daerah melalui produk UMKM berkualitas,” ujar Bupati.
Selain memperkuat rantai pasok, ekspor ini juga mendorong hilirisasi pertanian singkong, memperluas peluang usaha, dan menjadikan usaha UMKM Bojonegoro semakin naik kelas.
Keberhasilan menembus pasar Arab Saudi menjadi pijakan awal PT. Pareto Estu Guna untuk menargetkan negara lain di Timur Tengah dan Asia Selatan. Dukungan pemerintah daerah, sinergi dengan Bank Indonesia, serta pendampingan intensif melalui berbagai program ekspor membuat perusahaan ini optimistis bahwa keripik “Matoh” akan semakin dikenal dunia.
Ekspor perdana ini bukan hanya membawa kabar baik bagi perusahaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Bojonegoro bahwa produk lokal memiliki kesempatan yang sama untuk mendunia, dengan ketentuan memenuhi kualitas, konsistensi, dan standar global. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published