Kuatkan Literasi Bojonegoro, Penerbit Pena Abadi Bawa Harapan Mudah untuk Terbitkan Buku
Suasana santai soft launching Penerbit Buku Pena Abadi

Penulis: M. Ainun Najib*  

blokBojonegoro.com - Upaya meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Bojonegoro terus menemukan momentum. Salah satunya, ditandai dengan soft-launching Penerbit Buku Pena Abadi yang berlangsung Minggu (25/12/2025), pukul 09.00 WIB, di Warkop KUA Bojonegoro.

Berbeda dari seremoni pada umumnya, peluncuran Penerbit Pena Abadi digelar secara sederhana dan santai di warkop. Di tengah suasana ngopi pagi, obrolan ringan, dan diskusi tanpa sekat, penerbit ini resmi diperkenalkan sebagai ruang baru bagi tumbuhnya gagasan dan karya literasi masyarakat.

Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa makna, karena Penerbit Pena Abadi ingin menegaskan bahwa ide-ide besar tidak selalu lahir dari ruang formal. Melainkan, dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana yang akrab dengan keseharian masyarakat.

Meja kopi dipilih sebagai simbol lahirnya dialog, kegelisahan intelektual, dan perjumpaan gagasan yang jujur serta membumi.

Suasana peluncuran terasa cair dan inklusif, karena buku tidak diposisikan sebagai produk akademik yang kaku, melainkan sebagai hasil proses berpikir, berdialog, dan merawat keresahan bersama. Hal ini sejalan dengan semangat Pena Abadi untuk mendekatkan literasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bojonegoro.

Founder Penerbit Pena Abadi, Usman Roin, menyampaikan bahwa kehadiran penerbit buku ini diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan literasi daerah. Menurutnya, masih banyak gagasan dan pengalaman berharga di Bojonegoro yang belum terdokumentasikan dalam bentuk tulisan dan buku.

“Pena Abadi ingin menjadi ruang yang ramah bagi penulis pemula, tempat belajar menulis, berproses, hingga berani menerbitkan karya,” ujarnya.

Nama Pena Abadi sendiri mengandung filosofi mendalam. Kata ‘Pena’ dimaknai sebagai seluruh media yang dapat digunakan untuk menulis, mulai dari pulpen, ponsel, laptop, hingga perangkat digital lainnya. Sementara ‘Abadi’ merepresentasikan harapan-harapan agar gagasan, cerita, dan pemikiran dapat terus hidup dan dikenang lintas generasi.

Melalui filosofi tersebut, Pena Abadi menegaskan komitmennya sebagai penerbit yang tidak hanya menerbitkan buku, tetapi juga mengabadikan jejak pemikiran dan perjalanan intelektual penulisnya.

Dalam kesempatan itu, Usman Roin yang sekaligus saat ini menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Unugiri, mengajak para penulis dan pembaca untuk terus menyalakan semangat berkarya. Menurutnya, setiap tulisan memiliki nilai dan makna tersendiri, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang sehat.

Soft-launching Penerbit Pena Abadi turut dihadiri oleh Ifnu Wisma Dwi Prasetya, selaku pengembang website, serta Widodo Ramadhoni, sebagai marketing specialist. Kehadiran tim ini menegaskan keseriusan dalam mengelola penerbitan secara profesional dan adaptif terhadap perkembangan digital. [mad]

*Editor Bahasa di Pena Abadi