Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Sebuah film dokumenter yang mengisahkan kehidupan dan warisan leksikograf legendaris Rusia, Sergei Ozhegov, baru saja diluncurkan di Rusia. Pemutaran perdana ini diadakan di wilayah Tver, tanah kelahiran sang linguis yang namanya abadi melalui mahakaryanya, Kamus Bahasa Rusia.
Buat orang Indonesia yang menekuni dan mempelajari bahasa Rusia, tokoh ini sangat penting dalam pembelajaran bahasa Rusia. Sebelum kita melanjutkan, penting untuk memahami bidang keahlian Ozhegov. Leksikografi adalah cabang ilmu bahasa (linguistik) yang secara khusus mempelajari teori dan praktik penyusunan kamus. Seorang leksikograf seperti Ozhegov tidak hanya sekadar mengumpulkan kata-kata, tetapi juga meneliti sejarah kata, perkembangan maknanya, penggunaan yang benar, dan hubungan antar kata dalam suatu bahasa. Inilah karya ilmiah yang menjadi dasar terciptanya kamus yang akurat dan dapat dipercaya.

Acara yang bertepatan dengan peringatan 125 tahun kelahiran Ozhegov ini diadakan di aula Institut Peningkatan Kualifikasi Guru wilayah Tver, dengan dihadiri oleh puluhan mahasiswa filologi dan jurnalistik, guru bahasa Rusia, para ahli, serta masyarakat umum. Film ini diproduksi oleh tim kreatif dari LSM "Pusat Strategi Media" dan merupakan bagian keempat dari serial Sejarah Seorang Pahlawan Super.
Menghadirkan Pahlawan Bahasa ke Layar
Mark Bykov, Direktur "Pusat Strategi Media", menjelaskan bahwa serial ini didedikasikan untuk para tokoh Rusia yang berjasa, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Sergei Ozhegov adalah penyusun kamus yang hingga kini masih digunakan di Serbia, Republik Srpska, Bulgaria, Montenegro, dan negara-negara Eropa lainnya. Dia memberikan kontribusi besar bagi perkembangan bahasa Rusia. Sangat penting bagi kami untuk menampilkan pahlawan-pahlawan domestik kami yang telah berkontribusi bagi kemajuan dan penyebaran bahasa Rusia," ujar Bykov.
Pemilihan wilayah Tver sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan, karena Ozhegov dilahirkan di desa Kamenoe (sekarang Kuvshinovo) pada 22 September 1900. Ia kemudian pindah ke Sankt Peterburg pada usia sembilan tahun, menempuh pendidikan di universitas, sempat mengabdi di Tentara Merah, dan akhirnya melanjutkan karier akademisnya di Moskow.
Warisan Abadi dan Apresiasi dari Indonesia
Para pakar yang hadir menekankan nilai luar biasa dari karya Ozhegov. Alexander Butuzov, Ketua Dewan Pusat Masyarakat Pedagogis Rusia, menyebut kamus Ozhegov sebagai "karya yang tanpanya kita tidak dapat hidup".
"Ini adalah karya yang tanpanya kita tidak dapat hidup. Kami menulis artikel, menyusun pidato, dan pasti merujuk pada karya ini. Dan ia tidak ketinggalan zaman—ia tetap menjadi produk modern dari sang maestro kata," tegasnya.
Irina Gladilina, Kepala Departemen Bahasa Rusia di Universitas Negeri Tver, yang juga menjadi narasumber film, membagikan pengalaman pribadinya.
"Marina Tsvetaeva pernah menulis buku 'Pushkin-ku'. Di sini, menurut saya, ini adalah kisah 'Ozhegov-ku'. Akan luar biasa jika setiap orang Rusia atau penutur bahasa Rusia memiliki 'Ozhegov'-nya sendiri, baik itu Sergei Ivanovich Ozhegov atau kamusnya. Kamus Ozhegov diberikan kepada saya oleh guru bahasa Rusia saya di kelas 5. Sekarang, saya berharap mahasiswa saya juga merasa memiliki ikatan dengan Ozhegov," ungkap Gladilina.
Apresiasi juga disampaikan Dr Fahrurodji, MA dosen sastra Rusia di Universitas Indonesia. Menurutnya warisan keilmuan Ozhenov dalam pembelajaran bahasa Rusia di Indonesia khususnya di Universitas Indonesia, salah satu univertas yang menyediakan jurusan Sastra Rusiaa di Indonesia.
“Saya apresiasi bagaimana bangsa Rusia menghargai pahlawan ilmu mereka, kami patut belajar dalam hal ini”, ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Kamus: Membentuk Kesadaran Berbahasa
Gleb Safonov, Wakil Direktur Institut Peningkatan Kualifikasi Guru wilayah Tver, menambahkan bahwa Ozhegov meletakkan dasar penelitian budaya berbahasa di Institut Bahasa Rusia.
"Berkat dia, bahasa mulai dipandang tidak hanya sebagai subjek filologi, tetapi juga sebagai alat kehidupan sosial," jelas Safonov.
Inisiatif Ozhegov juga melahirkan majalah Russian Speech (Ucapan Rusia) dan Layanan Rujukan untuk Pertanyaan Kebenaran Berbahasa Rusia. Fakta menarik lainnya terungkap bahwa kamus Ozhegov pertama kali dicetak di atas kertas yang diproduksi di Pabrik Kertas Kamenka, yang terletak di tanah kelahirannya.
Menginspirasi Generasi Muda
Film ini juga menampilkan wawancara dengan sejumlah pakar terkemuka, termasuk cucu Ozhegov, Ekaterina Ozhegova, serta berbagai tokoh dari dunia politik, akademisi, dan jurnalisme internasional, termasuk dari Serbia dan Tiongkok. Tujuannya adalah untuk mengingatkan akan pentingnya melestarikan warisan linguistik dan menginspirasi generasi baru untuk mempelajari dan mengembangkan kekayaan bahasa Rusia.
Tentang Sergei Ozhegov dan Mahakaryanya
Kamus Bahasa Rusia karya Sergei Ozhegov adalah pencapaian terbesarnya. Dalam menjalankan tugas leksikografinya, ia mengerjakannya hingga akhir hayatnya, terus menyempurnakannya. Enam edisi diterbitkan selama hidupnya. Setelah wafatnya pada tahun 1964, pekerjaan ilmiah dalam bidang leksikografi ini dilanjutkan oleh Natalia Shvedova, yang memperbarui kamus tersebut dengan menambahkan kata-kata baru, makna, ungkapan, dan informasi tata bahasa yang mencerminkan perkembangan hidup bahasa Rusia.
Hingga hari ini, kamus ini tidak hanya digunakan secara luas di Rusia, tetapi juga terkenal di banyak negara di seluruh dunia, menjadi bukti abadi dari dedikasi seorang "pahlawan super" di bidang ilmu bahasa. Film dokumenter ini adalah penghormatan yang layak bagi pria yang jasanya dalam dunia leksikografi terus menyatukan dan memperkaya dunia berbahasa Rusia. [feb/mad]
Tayangan lengkap film dokumenter "Sergei Ozhegov: Sejarah Seorang Pahlawan Super" dapat disaksikan di YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=yz9T1pl_MyI]
*Konten Kolaborasi blokBojonegoro.com dengan Media Rusia, yusgsn.ru
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published