Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan (PBAL2K) Kemenag tengah mempersiapkan indeksasi Scopus bagi Jurnal Heritage of Nusantara. Kepala PBAL2K Sidik Sisdiyanto mengatakan langkah ini sebagai upaya strategis menjadikan jurnal sebagai jembatan antara kearifan lokal nusantara dan dunia akademik global.
Persiapan Jurnal Heritage of Nusantara Menuju Scopus dibahas bersama para pengelola jurnal, editor, dan mitra akademik PBAL2K di Jakarta, beberapa hari lalu. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah, tata kelola, dan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah agar selaras dengan standar jurnal bereputasi internasional.
Sidik Sisdiyanto menegaskan bahwa indeksasi jurnal ke Scopus tidak semata-mata dimaknai sebagai pengakuan internasional. Menurutnya, indeksasi merupakan wujud akuntabilitas dan profesionalitas kerja, sekaligus bagian dari implementasi program Kementerian Agama yang berdampak.
“Capaian Scopus bukan hanya soal reputasi kelembagaan, tetapi juga membuka jejaring dan kerja sama akademik di tingkat global,” ujar Sidik.
Sidik menekankan bahwa upaya menuju Scopus merupakan pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan persiapan sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, PBAL2K berharap dapat mengidentifikasi celah-celah substantif sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan Jurnal Heritage of Nusantara.
“Proses ini menuntut konsistensi dan kesungguhan, karena jurnal yang kuat lahir dari tata kelola yang baik, kualitas substansi yang terjaga, serta komitmen kelembagaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sidik menegaskan bahwa jurnal terindeks Scopus diharapkan mampu memajukan khazanah keilmuan nasional, khususnya dalam penguatan literasi keagamaan. Jurnal Heritage of Nusantara diproyeksikan menjadi medium yang menjembatani nilai-nilai kearifan lokal Nusantara dengan standar dan diskursus akademik global, termasuk dalam penguatan literasi keagamaan yang beririsan dengan moderasi beragama.
Ketua tim pengelolaan jurnal PBAL2K Pri Wahyudi menyampaikan perkembangan teknis pengelolaan jurnal. Ia menjelaskan bahwa Jurnal Heritage of Nusantara telah mencapai Volume 14 dan dinyatakan siap terbit. Selain itu, Jurnal JLKA Volume 23 direncanakan terbit pada akhir Desember.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Chief Editor Jurnal Lektur Keagamaan (JLKA) Mulyawan , serta editor Jurnal Lektur Keagamaan (JLKA) Yazid Hadi dan Beni Aprius yang menyampaikan evaluasi terkait standar konten jurnal bereputasi Scopus. Paparan para narasumber memberikan gambaran mengenai aspek substansi, konsistensi, dan kualitas artikel yang perlu terus diperkuat agar jurnal memiliki daya saing global. [mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published