Inovasi i-Pubers, Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran
Seorang petani menyiapkan pupuk bersubsidi sebelum diaplikasikan ke tanaman padi di area persawahan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Fotografer: Wahyu Budiyanto

blokBojonegoro.com - Di hamparan persawahan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, langkah para petani menyusuri pematang berpadu dengan gerak tangan yang sabar menaburkan pupuk di sela tanaman padi yang tumbuh hijau subur, menjadi denyut keseharian di tengah musim tanam akhir tahun, Selasa (30/12/2025). Di balik aktivitas sederhana itu tersimpan kerja panjang menjaga produktivitas lahan, sebuah rutinitas yang bukan sekadar urusan teknis pertanian, melainkan juga potret hadirnya kebijakan dan inovasi tata kelola pupuk bersubsidi yang kini semakin terintegrasi, memastikan pupuk sampai ke tangan yang tepat, pada waktu yang dibutuhkan, demi menopang harapan panen dan keberlanjutan hidup petani. 

Memasuki musim tanam akhir 2025, Pupuk Indonesia Grup bergerak cepat memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di berbagai sentra pertanian. Upaya ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dengan tujuan menjaga stabilitas harga pupuk, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan daya beli petani. Ketersediaan pupuk tepat waktu dan sesuai harga menjadi faktor krusial agar petani dapat menekan biaya produksi dan menjaga hasil panen.

Inovasi digital melalui sistem i-Pubers menjadi tulang punggung penyaluran pupuk bersubsidi. Penyesuaian HET baru telah terintegrasi dalam sistem ini, sehingga petani terdaftar kini cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menebus pupuk sesuai harga terbaru yang berlaku. Proses penyaluran dan penebusan pupuk tercatat secara digital, memungkinkan pengawasan melalui command center secara real-time dan akuntabel.

Bagi petani di Desa Trucuk, kemudahan akses ini menghadirkan kepastian dan rasa aman dalam memperoleh pupuk bersubsidi. “Sekarang menebus pupuk bersubsidi nggak perlu repot-repot, cukup bawa KTP. Harganya juga lebih murah,” ujar salah satu petani setempat. 

Di balik setiap genggaman pupuk yang ditebarkan ke sawah, tersimpan harapan akan panen yang lebih baik dan keberlanjutan pertanian, seiring terbangunnya sistem distribusi pupuk yang transparan, tepat sasaran, dan berpihak pada petani. [Toa/Mad]