Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bojonegoro hari ini menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-53 PPP. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pendidikan politik bagi kader dengan mengusung tema “Membangun Solidaritas Menjemput Kemenangan Pemilu 2029”, Minggu (04/01/2026).
Acara yang berlangsung di Aula Kantor DPC PPP Bojonegoro Jl. Panglima Polim ino. 61 tersebut dihadiri Ketua DPW PPP Jawa Timur, Hj. Umi Setyo Ningsih, Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, jajaran pengurus, kader PPP, serta tokoh masyarakat.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bojonegoro, H. Sunaryo Abuma'in, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-53 ini menjadi momentum penting untuk merajut kembali soliditas kader partai dalam menghadapi Pemilu 2029.
"Di usia PPP yang ke-53 ini, kita ingin merajut kembali soliditas dan kekuatan partai dalam rangka persiapan Pemilu 2029. Harapan kami, PPP bisa kembali berjaya dan memiliki perwakilan di parlemen, khususnya di Senayan," ujar H. Sunaryo.
Ia menekankan pentingnya peran seluruh kader, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting, untuk saling bahu-membahu membesarkan partai.
"Pesan kami jelas, seluruh kader dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ranting harus kompak dan bersama-sama merajut kembali kebesaran PPP," tegasnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, DPC PPP Bojonegoro juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh politik dan pejuang partai sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. Sunarto menyebut, langkah ini penting untuk menjaga ingatan sejarah dan menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus.

"Kami memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh politik, khususnya para pejuang Partai Persatuan Pembangunan dan tokoh NU, agar jasa-jasa mereka tetap dikenang dan bisa menjadi teladan bagi generasi penerus," katanya.
Ia secara khusus menyinggung sosok Abdul Fatah, tokoh politik NU asal Bojonegoro yang menjadi korban penculikan PKI, sebagai simbol pengorbanan dan perjuangan politik demi umat.
"Beliau adalah tokoh NU dan PPP yang darahnya mengalir untuk umat. Keluarganya kami undang dan kami beri penghargaan agar semangat juang para pendahulu bisa menginspirasi kader PPP hari ini," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Timur, Hj. Umi Setyo Ningsih, mengakui bahwa kondisi PPP saat ini memang tengah menghadapi tantangan besar, termasuk penurunan suara di sejumlah daerah.
"Kita harus jujur mengakui bahwa PPP saat ini tidak sedang baik-baik saja. Banyak daerah mengalami penurunan suara, bahkan tidak memiliki perwakilan di DPR RI," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kader PPP tidak boleh kehilangan semangat dan harus tetap menjaga persatuan.
"PPP ini dilahirkan dan dijaga oleh para ulama. Kalau kita mencintai partai ini dengan sungguh-sungguh, menjaga idealisme dan komitmen, insyaallah PPP akan bangkit dan kembali berjaya," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader PPP Jawa Timur untuk satu komando dan memperkuat koordinasi demi mengembalikan kejayaan partai berlambang Kabah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran PPP dalam mendukung pemerintahan daerah. Ia menyebut berbagai capaian pembangunan tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan partai politik.
"Capaian-capaian ini tidak mungkin terwujud tanpa sinergi semua pihak. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan DPRD dan partai politik, termasuk PPP," ujarnya.
Nurul Azizah memaparkan sejumlah capaian penting, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,69 persen menjadi 11,49 persen, peningkatan produktivitas padi dari 710 ribu ton menjadi 880 ribu ton, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 72,59 menjadi 73,47, serta penurunan angka stunting dari 14,2 persen menjadi 12 persen.
"Kami mohon doa dan dukungan agar amanah ini bisa kami jalankan dengan sebaik-baiknya, demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan," pungkasnya.
Peringatan Harlah ke-53 PPP Bojonegoro ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan partai sekaligus penguatan semangat juang kader dalam menyongsong Pemilu 2029. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published