Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Tradisi Vareniki s Syurprizom atau pangsit dengan kejutan merupakan praktik kuliner simbolis yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Rusia, khususnya di wilayah selatan seperti Rostov, Krasnodar, dan Kuban. Dalam tradisi ini, sejumlah benda kecil diselipkan ke dalam pangsit vareniki, masing-masing membawa makna ramalan atau harapan bagi siapa pun yang menemukannya.
Tradisi unik ini dirayakan pada momen Stary Novy God atau Tahun Baru Lama, yang berlangsung pada malam 13 hingga 14 Januari. Dalam kalender Julian, tanggal 14 Januari bertepatan dengan 1 Januari, sehingga masyarakat Rusia dan beberapa negara bekas Uni Soviet masih memperingatinya sebagai Tahun Baru versi lama.
Vareniki sendiri merupakan pangsit berbentuk bulan sabit yang diyakini telah menempuh perjalanan panjang dari tradisi kuliner Timur menuju meja makan masyarakat Slavia. Namun, kebiasaan menyelipkan benda kejutan ke dalamnya berakar dari ritual agraria dan kepercayaan pagan kuno. Bagi masyarakat Slavia awal, bentuk lengkung vareniki melambangkan bulan dan kesuburan.
Mereka percaya bahwa dengan menyembunyikan benda-benda alam seperti biji-bijian atau kacang di dalam makanan, nasib dan hasil panen di masa depan dapat “dipengaruhi”. Dari situlah praktik meramal lewat makanan ini berkembang dan bertahan sebagai tradisi keluarga yang kuat, terutama di wilayah Rostov, Krasnodar, Stavropol, dan Kuban yang dikenal kaya akan warisan budaya Kosak.
Puncak kemeriahan tradisi ini biasanya terjadi pada perayaan keluarga besar, terutama Malam Tahun Baru dan festival Maslenitsa yang menandai berakhirnya musim dingin. Proses pembuatannya pun menjadi bagian penting dari ritual. Anggota keluarga berkumpul di sekitar meja, berbagi tugas dari menguleni adonan, mencetak kulit pangsit, hingga menyiapkan isian seperti kentang, keju cottage, atau ceri.
Suasana semakin seru ketika kumpulan benda kejutan kecil—yang dibungkus rapi dengan kertas atau adonan—disiapkan. Beberapa vareniki akan diisi dengan benda-benda tersebut secara diam-diam lalu dicampur dengan yang biasa. Saat disajikan, setiap orang menyantapnya dengan penuh antisipasi. Setiap gigitan bisa menjadi awal dari cerita baru.
Setiap benda yang ditemukan dipercaya membawa pesan simbolis bagi sang penemu. Koin melambangkan keberuntungan finansial dan kemakmuran. Kacang atau kacang polong menjadi doa untuk kesehatan dan umur panjang. Biji gandum menandakan kelimpahan dan kesuburan. Cincin sering diartikan sebagai pertanda cinta, pertunangan, atau pernikahan. Benang atau pita menandakan perjalanan jauh, sementara kancing meramalkan datangnya tamu baru atau kehidupan sosial yang lebih ramai.
Ada pula lada hitam yang dipercaya menandakan tahun yang penuh tantangan dan semangat, serta potongan gula atau permen yang melambangkan kehidupan yang manis dan penuh kebahagiaan.
Di era modern, makna ramalan ini mungkin lebih dianggap sebagai permainan yang menyenangkan. Namun, kekuatan sejati dari tradisi vareniki berisi kejutan tetaplah sama, yakni menciptakan kehangatan, mempererat ikatan keluarga, dan menghadirkan kisah bersama di meja makan. Bagi masyarakat Rusia Selatan, setiap gigitan bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang menyelipkan harapan di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian. [Feb/mad]
*Konten Kolaborasi blokBojonegoro.com dengan Media Rusia, yusgsn.ru
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published