Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Jakarta Bhayangkara Presisi harus menerima kekalahan 1-3 (16-25, 19-25, 25-22, 18-25) atas LavAni Livin, Minggu (18/1/2026).
Lanjutan Putaran 1 Seri II Sumut Proliga 2026 di GOR Voli Sumut Sport Center langsung memang menghadirkan kejutan. Para juara bertahan tumbang, termasuk Bhayangkara Presisi yang hadir di Proliga 2026 sebagai juara bertahan.
[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JATIM, YA D'KONCO CAFE SAJA https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/02/terbaru-gelar-acara-di-dkonco-cafe-berita-tayang-di-blokbojonegoro]
Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Alfonso Gonzalez Toiran langsung menurunkan pemain andalannya, Agil Angga Anggara (OH), Nizar Julfikar (S), RD Ahmad Gumilar (MB), Henry Ade Novian (L), Rendy Febriant Tamamilang (OH), Yuda Mardiansyah Putra (MB) dan Khan Aimal (OP).
Kondisi serupa juga dilakukan Pelatih LavAni Livin, David Lee. Pemain-pemain terbaik LavAni turun sejak awal, mulai Dio, Malizi, Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Taylor Lee Sander dan Sigit Ardian.
Set pertama mulai, Bhayangkara Presisi langsung tertekan walupun sempat mendapatkan beberapa poin melalui spike keras Agil Angga dan Rendy Tamamilang. Tidak tinggal diam, Boy Arnes yang jadi andalan LavAni juga menggila dan menyumbang beberapa poin, hingga akhirnya Bhayangkara Presisi tertinggal jauh 16-25.
Unggul 0-1 tidak mengendorkan serangan, LavAni terus membombardir pertahanan Bhayangkara Presisi. Poin demi poin meninggalkan jauh, hingga akhirnya menurut set kedua dengan skor 19-25.
Tersentak dengan tertinggal 0-2, pemain Bhayangkara Presisi mulai bangkit. Poin mulai mengalir deras dan pertandingan bertambah seimbang. Akhirnya Bhayangkara Presisi bisa mencuri set ketiga dengan skor 25-22.
Laga bertambah seru, karena skor 1-2. Tidak ingin Bhayangkara Presisi bertambah bangkit, pemain LavAni mulai merapatkan block yang dikomandani Hendra Kurniawan dan Malizi. Akhirnya Bhayangkara Presisi harus mengakui keunggulan LavAni dan skor set keempat 18-25. [mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published