Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com — Mega proyek pembangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kembali ambrol. Padahal, proyek yang menelan pagu anggaran Rp40 miliar dari APBD Bojonegoro tahun 2024 tersebut baru saja selesai dikerjakan ulang pada masa pemeliharaan selama tahun 2025.
Pantauan di lapangan menunjukkan, ambrolnya tebing terjadi di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, dengan panjang mencapai sekitar 40 meter. Sejumlah tiang pancang yang ditancapkan di tanah tampak rusak dan patah, bahkan beberapa di antaranya terangkat dan tidak lagi menancap sebagaimana mestinya.
Tak hanya itu, beberapa bronjong yang sebelumnya telah diperbaiki juga kembali ambles sepanjang kurang lebih 30 meter.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan pelindung tebing sungai yang berada di Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, memiliki total panjang 980 meter dengan nilai pagu Rp40 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh PT Indopenta Bumi Permai, perusahaan asal Surabaya, dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp39,6 miliar.
Salah satu warga setempat, NA, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Menurutnya, ambrolnya tebing itu terjadi sekitar beberapa pekan lalu.
"Iya, mas. Ada yang ambruk lagi. Sudah beberapa minggu lalu," ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, bagian tebing yang sebelumnya ambrol memang sudah sempat diperbaiki. Namun, kerusakan kembali terjadi pada titik lainnya.
"Yang ambruk tahun lalu, sudah diperbaiki dan selesai sekitar 3 bulan lalu. Pekerjanya juga sudah pulang semua dari lokasi," tuturnya.
Pihak kontraktor pelaksana pun membenarkan adanya kerusakan tersebut. Humas PT Indopenta Bumi Permai (IBP), Ardhiyana menyebut ambrolnya tebing mencapai sekitar 40 meter. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi terkait rencana perbaikan ulang.
"Kurang lebih 40 meteran (yang rusak). Kemarin juga sudah rapat koordinasi masalah perbaikan ulang," ungkap Ardhiyana.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth. Ia menjelaskan, titik lokasi yang mengalami ambrol di awal Januari 2025 sudah dilakukan perbaikan. Namun, menjelang akhir masa pemeliharaan, kembali terjadi ambrol di lokasi berbeda.
"(Ambrolnya) pada saat menjelang akhir-akhir masa pemeliharaan. Sekitar 17 Desember 2025 terjadi sliding (ambrol) diluar lokasi yang diperbaiki," ujar Helmi.
Helmi menambahkan, masa pemeliharaan proyek tersebut akan diperpanjang untuk menangani titik ambrol yang baru. Ia memastikan kontraktor pelaksana tetap bertanggung jawab melakukan perbaikan.
"Akan dilakukan perpanjangan masa pemeliharaan dan kontraktor akan tetap memperbaiki lokasi baru yang terjadi sliding," pungkasnya. [riz/mad]
C.beginilah cara merampok anggaran,penyamun bekerjasama dg kontraktor proyek.
Kakean bati sajene kurang