Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Usai diperbaiki di masa perawatan sepanjang tahun 2025, tebing penahan Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kembali ambrol lagi. Padahal, perbaikan di masa perawatan menelan anggaran senilai Rp20 Miliar.
Proyek perbaikan tebing ini, merupakan kegiatan tahun anggaran 2024 dengan nilai pagu mencapai Rp40 miliar yang bersumber dari APBD Bojonegoro tahun 2024. Namun, pada Januari 2025, bangunan yang seharusnya melindungi bantaran sungai dari gerusan air justru longsor di sejumlah titik.
Tebing penahan yang dibangun sepanjang 980 meter di dua desa, yakni Desa Lebaksari dan Desa Tanggung, dilaporkan ambrol di dua titik dengan total panjang mencapai sekitar 270 meter. Akibat kerusakan tersebut, biaya perawatan dan perbaikan diperkirakan menghabiskan anggaran belasan miliar rupiah, dengan estimasi mencapai Rp19 hingga Rp20 miliar.
Hal tersebut diungkapkan pihak kontraktor pelaksana. Humas PT Indopenta Bumi Permai, Ardhiyana mengungkapkan, pihak kontraktor telah melakukan perawatan sesuai ketentuan selama masa pemeliharaan proyek. Meski demikian, hingga kini besaran biaya perbaikan belum dirinci secara detail.
“Sampai saat ini kami belum merinci secara detail, namun estimasinya berkisar antara Rp19 hingga Rp20 miliar,” ungkap Ardhiyana saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Ambrolnya tebing penahan tersebut terjadi setelah debit air Sungai Bengawan Solo meningkat. Kondisi ini menyebabkan bangunan penahan tidak mampu menahan tekanan air, hingga mengikis sebagian tanah milik warga di sekitar lokasi.
Kerusakan ini pun menimbulkan kekhawatiran, mengingat proyek tersebut merupakan salah satu megaproyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada tahun anggaran 2024.
Di sisi lain, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turut melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut. Dari hasil audit yang dilakukan, BPK menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp56 juta.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa tebing Bengawan Solo yang sebelumnya diperbaiki hingga akhir Desember 2025 kembali mengalami ambles. Sejumlah bagian tanggul yang sempat terlihat kokoh kini kembali rusak dengan panjang mencapai puluhan meter. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published