Dalam kickoff Digital Branding Sekolah 2025 yang diinisai oleh Blok Media Group (BMG), hadir 3 pemateri yang menekankan pentingnya digital branding di sekolah.
Kick Off Program Digital Branding Sekolah (DBS) tahun 2025 yang diinisiasi Blok Media Group (BMG) melalui anak usahanya blokBojonegoro.com dan LPKS STIKOMA, mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono.
Platform media sosial (Medsos) Facebook diramaikan dengan adanya seorang korban laka yang mengeluh karena dimintai sejumlah uang oleh polisi saat hendak mengambil motor. Postingan tersebut, ramai mendapatkan komentar dari warganet lainnya.
Sebuah gubuk tempat peristirahatan di lokasi penyulingan tradisional minyak mentah di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro terbakar ludes, Senin (12/5/2025).
Sidang kasus korupsi pengadaan mobil siaga di Kabupaten Bojonegoro memasuki babak penuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU menuntut kelima terdakwa dengan hukuman yang paling rendah, kemarin (8/5/2025) di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.
Gunung Pandan perlahan mencuri perhatian para pencinta alam. Terletak di ujung selatan Kabupaten Bojonegoro, gunung setinggi 897 meter di atas permukaan laut ini tak hanya menyajikan keindahan lanskap pegunungan, tetapi juga menyimpan potensi wisata yang belum banyak dijamah. Khususnya melalui jalur alternatif pendakian dari Desa Krondonan, Kecamatan Gondang-sebuah rute yang masih jarang diketahui namun menyimpan pesona tersendiri.
Para tukang becak dan ojek di Stasiun Bojonegoro memprotes keberadaan Bus Si Mas Ganteng milik Pemkab Tuban yang beroperasi dengan rute Tuban hingga Stasiun Bojonegoro. Alhasil, rute bus tersebut diubah, dan tak lagi berhenti di Stasiun Bojonegoro.
Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong Jepara, pada 21 April 1879. Ayahnya Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat adalah seorang bupati di Jepara. Kartini dikenal sebagai pribadi yang supel, menghormati orangtua, dan berjiwa sosial. Sebagai keturunan bangsawan tidak membuatnya merasa sombong dan membeda-bedakan status sosial. Kartini berteman baik dengan siapapun. Kartini juga sangat menghormati orang tua. Ada gejolak di dalam hati saat ia harus menjalani pingitan. Namun, berbekal rasa hormat dan patuhnya terhadap keluarga dan tradisi, beliau tetap mengikuti aturan tersebut. Demikian juga ketika sang ibu, Ngasirah, menolak mentah-mentah pemikiran Kartini untuk mengubah nasib perempuan. Hubungan antar ibu dan anak itu pun sempat renggang. Meskipun timbul rasa kecewa, perlahan RA Kartini kembali memperbaiki hubungan dengan sang ibu, seperti dituturkan Salsabila Nanda.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro kembali membuka pendaftaran pelatihan kerja dan sertifikasi BNSP tahap 3 secara gratis.