Skip to main content

Category : Headline


Waspada Corona, Jangan Panik

Tiba di Terminal, Santri Amanatul Ummah Mojokerto Diperiksa Secara Ketat

Santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Mojokerjo menjalani pemeriksaan kesehatan saat tiba di Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro, Rabu (8/4/2020) siang. Protokol Itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19) yang semakin mewabah di Tanah Air.

Waspada Corona, Jangan Panik

DPRD Bojonegoro Minta TPP PNS Tak Dipotong

Fokus penanganan virus Corona di semua daerah semakin masif dilakukan, termasuk pemotongan TPP PNS untuk penanggulangan Covid-19 di Bojonegoro. Sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro meminta TPP PNS tersebut tidak dipotong.

Corona Tak Pengaruhi Bulog

Pasca disidak anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Bulog kantor Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras aman 15 bulan kedepan. Meskipun sekarang terjadi pendemi virus coran termasuk di Kota Migas.

Waspada Corona, Jangan Panik

Tambahan di Kecamatan Padangan, Total 54 ODP di Bojonegoro

Status Orang Dalam Pemantauan (ODP) baru di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (7/4/2020) masih terus bertambah, meski hanya 1 orang, yaitu dari Kecamatan Padangan. Hingga kini ODP di Kecamatan Padangan ada sebanyak 5 orang, dan total di Bojonegoro ada 54 ODP.

Waspada Corona, Jangan Panik

Setiap Desa Sediakan Tempat Isolasi Khusus Bagi Pemudik

Setiap desa di Kabupaten Bojonegoro, diimbau untuk menyediakan tempat isolasi khusus bagi para pemudik atau bekerja di wilayah zona merah. Hal itu sesuai Surat Edaran Bupati Bojonegoro Nomor 141/1378/412.211/2020 tanggal 2 April 2020 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro, supaya masing-masing desa menyediakan tempat isolasi di masing masing desa.

Waspada Corona, Jangan Panik

Jumlah ODP Bojonegoro Masih Ada 53 Orang

Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Bojonegoro, masih terus bertambah, bahkan ODP baru, Senin (6/4/2020) ada 3 orang.

Hulu Turun, Air Bengawan di Bojonegoro Masih Naik

Air Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih naik cukup signifikan. Walaupun begitu, perlahan-lahan di sekitar hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa itu telah turun.