#blokBojonegoroTV
Demi BLT, Pelaku UMKM Rela Berdesakan dan Berebut Mendaftar
Demi BLT, Pelaku UMKM Rela Berdesakan dan Berebut Mendaftar
Demi BLT, Pelaku UMKM Rela Berdesakan dan Berebut Mendaftar
Hari terakhir pengajuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II, bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro, disambut baik dan antusias masyarakat.
Hari terakhir pengajuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II, bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro, disambut baik dan antusias masyarakat.
Bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja dengan upah/gaji pokok dibawah Rp 5.000.000, sekaligus anggota aktif/terdaftar di Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tahap pertama telah mulai dicairkan.
Pemerintah melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bojonegoro, memberikan fasiltas kepada sejumlah karyawan swasta di berbagai perusahaan yang ada di Bojonegoro, yakni pencairan dana program bantuan langsung tunai (BLT) sejumlah Rp600.000.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) diperpanjang selama 3 bulan hingga September 2020. Sebelumnya, masyarakat mendapatkan BLT DD hanya 3 bulan.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro memastikan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dana desa diperpanjang hingga bulan September 2020.
Dalam dialog virtual yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar ada salah satu pertanyaan yang mewakili pertanyaan dari masyarakat umum, yakni penggunaan Dana Desa untuk rapid test.
Hingga tanggal 22 Juni 2020, Sebanyak 73.972 desa di Indonesia telah menerima Bantuan Langsung Tuna (BLT) Dana Desa (DD).
Dana Desa di tahun 2020 sebesar Rp 7,570 triliun, pagu maksimal untuk BLT DD bisa mencapai Rp 2,285 triliun untuk 1.265.845 keluarga miskin terdampak COVID-19 di 7.724 Desa.