Skip to main content

Category : Tag: Jagung


Hama Ulat FAW Terus Meluas

Serangan ulat Fall Army Worm (FAW ) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir terus meluas. Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro khawatir target produksi jagung di Bojonegoro tahun ini tidak tercapai lantaran ribuan hektare lahan jagung diserang ulat FAW. Kembali Dinas Pertanian Bojonegoro meninjau lahan jagung yang rusak laporan dari POPT wilayah Bubulan bersama petugas PT. PETROKIMIA KAYAKU.

Diserang Ulat, Petani Jagung Pasrah

Puluhan hektar lahan pertanian di Kecamatan Ngambon dan sekitarnya terserang hama ulat. Para petani pun dihantui gagal panen akibat serangan hama ini.

Program Petani Mandiri dan Wiwit Tanam Jagung

Bupati Ajak Manfaatkan Lahan Kosong untuk Ditanami

untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian bagi Petani, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian selenggarakan Sosialisasi Program Petani Mandiri yang dirangkai dengan acara Turun Siti (Wiwit tanam jagung), Selasa (27/11/2019).

Perkuat Ekonomi, Banser Kedungadem Tanam Jagung

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama tidak hanya mengamankan ulama dan kyai, serta siap berada di garda terdepan menjaga NKRI. Namun untuk memperkuat perekonomian anggotanya, Banser NU di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, menanam jagung bersama-sama.

Sedih, Tanaman Jagung di Bakung Dihajar Tikus

Puluhan hektare tanamam jagung di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, diserang hama tikus. Akibatnya hampir semua petani yang tanam jagung merugi.

Baru Serap 100 Ton Jagung Petani

Sejak dibukanya penyerapan baru komoditi Jagung pada 2019 ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro baru melakukan penyerapan jagung sebesar 100 ton. Meski begitu serapan jagung tersebut langsung dijual kembali ke perusahaan yang membutuhkan.

Serapan Jagung Bulog Juga untuk Peternak

Penyerapan Jagung Juga Sebagai Pemenuhan Pakan Ternak Ayam Reporter : M Safuan blokBojonegoro.com - Serapan jagung yang mulai dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, selain untuk persedian stok, juga diperuntukkan untuk pemenuhan pakan ayam petelur. Oleh karenya, penjualan jagung juga menyasar kepada peternak ayam. Hal itu diugkapkan oleh Waka Bulog Sub Divre Bojonegoro, M Yandra Darajat. Menurutnya penyerapan jagung yang dilakukan oleh Bulog itu guna menjalankan aturan dari Permendag selain penyerapan beras Bulog juga diperkenankan pada tahun ini untuk menyerap Jagung. "Namun dalam penyerapan jagung itu, Bulog menyerap jagung kering yang sudah pipilan dari petani," cakap pria yang disapa Yandra. Sedangkan untuk HPP yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp3.150 per kilogram. Meski begitu, HPP yang ditetapkan itu, sebagai upaya pengendalian harga jual jagung. Sebab, saat memasuki masa panen raya, harga jagung di tingkat petani akan turun drastis. Dalam penyerapan jagung di lapangan, Bulog menerapkan 2 skema yakni skema yang pertama membeli jagung ke petani kemudian dijual kembali (By Self) dan sekema yang kedua yaitu membeli jagung kemudian dijadikan stok digudang (By Stock). "Dengan sistem skema itu, Penjualan jagung, juga bakal menyasar ke peternak ayam besar yang diperuntukan untuk pemenuhan pakan ayam," imbuh Yandra. Meski dalam penyerapan jagung ini belum ditargetkan, namun Bulog Sub Divre Bojonegoro, tetap bakal mengoptimalkan penyerapan jagung di 3 wilayah yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Walaupun begitu, prediksinya dalam penyerapan Jagung itu nantinya hanya 2 Kabupaten dirasa penyerapannya bisa maksimal yakni Kabupaten Tuban dan Lamongan. [saf/lis]