Meski pelayanan pengambilan PIN SMA/SMK tetap buka H-2 lebaran, namun kondisi pengambilan PIN di sekolah terlihat sepi, tidak sebanyak seperti biasanya yang berjumlah 70 hingga 80 PIN yang ambil.
Upaya mengenalkan Kabupaten Bojonegoro dikancah regional maupun internasional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Salah satunya dengan taourism gathering dan talkshow 'Pinarak Bojonegoro' di Adelia Cafe dan Resto Bojonegoro, Kamis (30/5/2019).
Ratusan calon siswa didik baru jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) memadati beberapa sekolah yang ada di Bojonegoro. Calon siswa tersebut datang ke sekolah yang dituju untuk mengambil PIN sebagai syarat untuk mendaftar.
Dalam rangka menyambut Malam Seribu Bulan atau Lailatul Qodar tahun 1440 H, Pecinta Majlis Sholawat Fatihah Indonesia Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan sholawatan bareng Ustad M. Ridwan Asyfi di GoFun, Minggu (25/2/2017) malam.
Pengambilan pin untuk salah satu syarat pendaftaran calon siswa baru jenjang SMA/SMK yang awalnya dijadwalkan, Senin (20/5/2019) lusa dipastikan mudur, yakni Senin (27/5/2019) mendatang, dikarenakan belum ada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dari Provinsi Jawa Timur.
Ancaman besar itu bukan Golput. Gerakan Golput yang diinisiasi oleh beberapa orang intelektual di beberapa daerah dengan kampanye melalui kaos, film dll ternyata bukan masalah utama dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Dampak Gerakan Golput terhadap jumlah penggunaan hak pilih tidak signifikan, atau bahkan tidak ada. Pasalnya di sekitar 30 TPS yang telah kami pantau penggunaan hak pilih meningkat dibandingkan Pilkada 2018 kemarin. Ini menunjukkan dampak Gerakan Golput yang dikhawatirkan itu tidak benar-benar terjadi.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro melaksnakan sosialisasi, Selasa (2/3/2019) sore, terkait pengurusan bagi pemilih yang hendak ingin pindah tempat memilih pada pemungutan suara atau pencoblosan nanti. Hal itu lantaran, pengurusan pindah pilih saat ini diperpanjang sampai H-7 pelaksanaan pemilihan.
Tidak sedikit pula penonton harus ditandu keluar untuk mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan. Ada yang mengeluh sesak nafas, pusing, hingga pingsan. Ada beberapa penonton juga harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang intens.
Pengunjung Perustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro memang tidak begitu banyak, namun dari puluhan pengunjung yang datang ada juga dari luar Kota Bojonegoro. Mulai dari yang membaca ada juga yang berniat meminjam untuk dibawa pulang.