#BeritaFoto
Desak Usut Tuntas Kasus Korupsi
Sejumlah mahasiswa dari Persatuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bojonegoro mendesak untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Bojonegoro.
Sejumlah mahasiswa dari Persatuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bojonegoro mendesak untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Bojonegoro.
Aksi Massa Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bojonegoro menyuarakan kasus korupsi di Kabupaten Bojonegoro.
Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bojonegoro menggelar demo, Senin (28/1/2019).
Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo memberikan pengarahan langsung kepada seluruh calon legislatif (Caleg) Partai Perindo di Pantura, Minggu (27/1/2019). Acara yang diadakan di hotel Aston Bojonegoro itu, HT panggilan Hary Tanoesoedibjo meminta seluruh Caleg partainya tidak saling 'sikut'.
Kepala Desa Sukosewu berinisial WPN terancam diberhentikan lantaran terjerat kasus hukum. Proses pemberhentian Kades tersebut masih dalam proses.
Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro melakukan penyelidikan dugaan kasus Kepala Desa (Kades) Glagahwangi berinisial HA, yang diduga menyalahgunakan anggaran desa.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro menyesalkan kasus dugaan korupsi ole Kepala Desa (Kades) Sukosewu. Kasus ini jelas menjadi catatan hitam tersendiri bagi DPMD.
Prostitusi online di Kabupaten Bojonegoro terbongkar. Namun, beberpa orang yang terlibat dalam kasus tersebut lolos dari jeratan hukum lantaran minim alat bukti.
Bila Anda akan travelling jauh menggunakan pesawat terbang, kereta api, bus, atau pun mobil, sebaiknya perhatikan makanan yang Anda konsumsi.
Percaya atau tidak, apa yang sedang kita pikirkan, entah itu baik ataupun buruk, nantinya bisa mempengaruhi sesuatu yang sedang kita jalani. Itulah alasannya mengapa kita dianjurkan untuk sering berpikir positif daripada negatif. Banyak pakar yang telah mengungkap bahwa berpikir negatif tidak baik bagi kesehatan jiwa dan raga kita. Bahkan dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa berpikiran negatif dapat memicu penyakit jantung.