Skip to main content

Category : Tag: Smp


PPDB 2020

Banyak SMP Kekurangan Pagu, Ini Alasannya

Banyaknya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bojonegoro yang tidak memenuhi pagu, dilatarbelakangi beberapa hal. Meski begitu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro tidak gegabah dalam menentukan sikap, apakah akan kembali membuka pendaftaran tahap kedua atau tidak.

PPDB 2020

36 SMP Tak Penuhi Pagu

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP di Bojonegoro diumumkan hari ini, Rabu (1/7/2020).

PPDB SMP 2020

PDB Online Ditutup, Hanya 13 SMPN yang Pagunya Terpenuhi

etelah pendaftaran Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online jalur zonasi tahun ajaran 2020/2021 jenjang SMP dibuka selama 4 hari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang kuota pagu siswa terpenuhi hanya ada belasan SMP dari puluhan SMP yang tersebar di Bojonegoro.

PPDB 2020

PPDB Online Ditutup, Ada 36 SMP yang Masih Kurang Pagu

Pada hari terakhir, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jalur zonasi jenjang SMP di Kabupaten Bojonegoro, Kamis (25/6/2020) kemarin, terbilang masih banyak pagu sekolah yang belum terpenuhi.

9 Calon Siswa Baru Daftar Melalui Jalur Hafiz

Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, membuka jalur pendaftaran khusus penghafal Al Quran atau hafiz pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri tahun ajaran 2020/2021yang tercover di jalur prestasi.

Disdik Buka Jalur Siswa Hafiz untuk Masuk SMP

Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, pada Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini juga mengalokasikan bagi calon siswa yang hafal Al Quran (hafidz). Nantinya siswa yang hafidz tersebut dimasukan dalam jalur Prestasi, di mana di jalur prestasi ini mengcover siswa yang mempunyai jalur prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

Sering Bolos, 6 Siswa SMP Tak Lulus

Dari 17.250 anak, ada enam siswa dinyatakan tidak lulus. Enam siswa tersebut berasal dari Kecamatan Kapas 3 anak , satu siswa dari Kecamatan Baureno, dan dua siswa dari Kecamatan Temayang. Mereka tidak lulus karena persentase kehadiran yang minim. Sehingga, mereka disarankan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan atau kejar paket B.