Skip to main content

Category : Tag: Amin


Kejar Target, Pertamina EP Asset 4 Ditopang Enam Lapangan

PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu menargetkan produksi minyak 1830 Barrels of Oil per Day atau (BOPD) di akhir 2017. Untuk mencapai target tersebut, ditopang dari enam lokasi sumur yang berproduksi hingga saat ini.

Pertamina Caplok Lapangan Migas Jambaran-Tiung Biru dari Exxon

PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha Pertamina di Blok Cepu, bakal segera mengambil alih seluruh Participating Interest (PI) alias hak kelola ExxonMobil di Lapangan Jambaran-Tiung Biru. Exxon memiliki 41,4% PI di Jambaran-Tiung Biru, semuanya akan diakuisisi PEPC.

Genjot Produksi, Asset 4 Cepu Optimalkan Perawatan Sumur

PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menargetkan produksi minyak 1830 barel per hari (bph) di tahun 2017. Target tersebut di topang dari lapangan minyak yang adi di tiga Kabupaten (Tuban, Bojonegoro, Blora).

Semua SPBU Akan Diwajibkan Jual Premium

Pemerintah berencana mewajibkan PT Pertamina (Persero) menjual Premium di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kebijakan tersebut akan tertuang dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Lesunya Investasi Berdampak Turunnya Aktivitas Eksplorasi

Lesunya minat investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) telah berdampak terhadap menurunnya aktivitas eksplorasi. Dampaknya bukan hanya dirasakan dari sisi pemasukan negara, lebih jauh dampaknya justru lebih terasa pada sisi ekonomi makro nasional.

Jalan Lurus Kang Samin (22)

Lebaran yang Mengkhianati Puasa

Angin semilir sepoi-sepoi. Sesekali berdesir kencang. Pagi itu, cuaca tidak seberapa cerah, karena mendung sudah menggelayut di sebelah timur. Matahari pun enggan menampakkan sinarnya padahal musim seharusnya telah memasuki kemarau.

Jalan Lurus Kang Samin (18)

Cinta Tak Berbatas

Kang Samin menangis, sesenggukan. Air mata sejak tadi sudah membasahi baju bagian atas yang ia kenakan malam itu. Ia tidak perduli. Tangannya menengadah dan belum juga ingin dilepaskan. Berulang kali dirinya memohon ampun atas semua yang telah dilakukan dahulu kala, banyak lupa dan terkadang menyentuh perasaan disengaja. Ia menyadari jika gunung dosa masih menutupi pijar sinar pahala.

Jalan Lurus Kang Samin (16)

Masjid Tanpa Penghuni

Sunyi. Suasana perbatasan antara daerah Kang Samin dengan wilayah tetangga tidak seperti biasanya. Padahal, salat Duhur di bulan puasa tersebut harusnya ramai oleh orang berjamaah. Tapi kondisi masjid yang begitu megah tersebut hanya dipakai tempat singgah pengelana atau warga yang kebetulan melintas.

Jalan Lurus Kang Samin (15)

Gandul dan Sunan Geseng

Tubuh Kang Sabar menggigil kedinginan. Ia seperti masuk angin. Beberapa kali bersin-bersin dan bahkan disertai muntah. Kepalanya berputar tidak karuan. Kang Samin yang tidak jauh dari dirinya tampak menjadi dua bagian. Kadang terang dan cepat sekali berubah menjadi kabur. Begitu seterusnya.

Jalan Lurus Kang Samin (13)

Antara Petir dan Guntur

Sepeda motor tahun 1970 terparkir di halaman rumah. Warnanya merah dengan beberapa bagian putih kusam. Spion bulan berdiri tegak seperti orang tengah berdoa masih terlihat mulus. Walaupun sepeda tua, ternyata sang pemiliknya rajin mengurus dan merawat dengan baik. Suaranya pun masih jernih dan hanya sedikit mengeluarkan asap. Artinya mesin juga masih tetap prima.