Sebagai komitmen penuh terhadap ketahanan energi dan pemanfaatannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional termasuk ketahanan pangan, PT Pertamina EP Cepu melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Petrokimia Gresik, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero). Sebesar 15 MMSCFD, gas yang dialirkan dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).
Akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sekitar 20 hektare lahan yang ditanami tembakau di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mati. Akhirnya, para petani memutuskan untuk mengganti bibit tembakau ya
Badan Nasional Penananggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemkab Bojonegoro melalui BPBD Bojonegoro menggelar simulasi evakuasi bencana banjir di empat desa di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (16/5/2023).
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo sudah mulai turun. Meski begitu, sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro masih terendam air luapan dari Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, Sabtu (4/3/2023).
Luapan Sungai Bengawan Solo, yang terjadi pada Sabtu (4 Maret 2023) sekitar pukul 10.15 WIB. Mengakibatkan 3 desa yang berada di wilayah bantaran Bengawan Solo, tepatnya berada di Kecamatan Bojonegoro mulai terdampak luapan.
Meskipun sempat stabil dan cenderung menurun, tinggi permukaan sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro meluap hingga menggenangi sawah. Tampak lahan sawah di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang tengah masa panen tergenang banjir.
Akibat debit air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro meningkat. Menyebabkan 147 hektare sawah terendam, selain itu dua tanggul juga terdampak yakni di Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Meluapnya air Sungai Bengawan Solo, mengakibatkan aliran Sungai Loro di wilayah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terhambat. Sehingga tinggi muka air (TMA) mengalami kenaikan yang mengakibatkan erosi pada tanggul Sungai Loro, Sabtu (18/2/2023).
Meluapnya air Sungai Bengawan Solo, mengakibatkan aliran Sungai Loro di wilayah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terhambat. Sehingga tinggi muka air (TMA) mengalami kenaikan yang mengakibatkan erosi pada tanggul sungai loro, Sabtu (18/2/2023).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengungkapkan, untuk saat ini kondisi air Sungai Loro sudah mengikis hampir sebagian tanggul di titik erosi, dikhawatirkan jebol dan menggenangi area persawahan.
“Jika nantinya jebol, bakal mengancam tanaman padi yang baru berusia 20 hingga 25 hari di empat Desa di Kecamatan Kapas,†ungkap Ardhian.
Ardhian menambahkan, empat desa yang terancam yakni, Desa Sambiroto seluas 60 hektare tanaman padi, Desa Sukowati seluas 30 hektare, Desa Bakalan seluas 60 hektare dan Desa Semanding seluas 50 hektare.
Selanjutnya, pihak BPBD Bojonegoro telah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa setempat. Untuk sementara ini, kebutuhan yang mendesak yakni, sesek 30 lembar, bongkotan 17 batang dan terpal sedikitnya 4 lembar.
“Dari Pemerintah Desa nantinya akan melaksanakan kerjabakti perbaikan tanggul tersebut,†pungkasnya. [riz/mu]