4 Desa Ini Terdampak Banjir Luapan Kali Gandong
Banjir akibat luapan air kali gandong yang terjadi, Jumat (28/12/2018), mengakibatkan empat desa terkena dampak, sehingga menyebabkan sejumlah rumah maupun sekolah tergenang.
Banjir akibat luapan air kali gandong yang terjadi, Jumat (28/12/2018), mengakibatkan empat desa terkena dampak, sehingga menyebabkan sejumlah rumah maupun sekolah tergenang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengklaim luberan air Kali Apur yang menggenangi jalan dan area persawahan milik warga di Pohwates disebabkan dangkalnya kali.
Banjir luapan sungai Apur, Jumat (28/12/2018) pagi, diduga akibat hujan deras yang terjadi semalam di wilayah Kecamatan Kedungadem, sehingga Kali Sumber yang ada di Kecamatan Kedungadem tidak bisa menampung air akibat hujan yang terjadi semalam.
Hujan lebat semalam membuat Kali Apur di Kecamatan Kepohbaru dan Sumberrejo meluber. Akibatnya, beberapa wilayah desa tergenang air setinggi 30 cm hingga 50 cm. Sebut saja Desa Pohwates, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. Selain itu beberapa desa area sawah terendam. Tampak Jalan PUK Sumberrejo-Kepohbaru-Kedungadem terendam air lumayan tinggi. Kendaraan roda dua dan empat tampak hati-hati saat melintas. Tidak sedikit yang sampai mogok. Pihak desa dan aparat kepolisian berjaga di beberapa titik, untuk menjaga keamanan.
Akibat banjir yang merendam Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, jalan utama penghubung ke Kecamatan Kedungadem tergenang air.
Banjir dari luapan sungai Apur akibat hujan deras yang terjadi semalam, membuat Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro terendam banjir.
Warga Dusun Kaliklampok, Deso Bobol, Kecamatan Sekar yang terdampak banjir sempat mengungsi untuk mencari tempat aman saat banjir melanda. Namun, Hal itu tidak berlangsung lama. Sebab, mereka langsung bisa menempati ruma masing-masing pasca banjir surut.
Banjir Sungai Bengawan Solo menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro. Selain menimbulkan trauma dari dampak yang ditimbulkan, banjir yang hampir setiap tahun melanda itu juga menyebabkan kerugian yang tak sedikit. Bahkan, dari data tahun 2018 ini saja, kerugian yang ditimbulkan akibat luapan Bengawan Solo mencapai Rp10,5 miliar lebih.
Banjir Sungai Bengawan Solo seolah menjadi langganan setiap tahaun di Kabupaten Bojonegoro. Hampir setiap tahun sungai terpanjang di Pulau Jawa ini meluap hingga airnya meluber ke permurkiman.
Banjir yang melanda wilayah Desa Pohwates, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro mengakibatkan jalan utama penghubung Kecamatan Kedungadem dan sekitarnya terendam air setinggi sekitar 25cm.