Sempat Naik, Debit Air Bengawan Solo Kembali Turun
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Hujan yang menguyur wilayah kota sekitar satu jam setengah membuat jalan protokol Bojonegoro kembali digenangi air. Seperti yang terjadi di Jalan Panglima Polim (Pangpol) Kota Bojonegoro, Senin (11/12/2017) sore.
Pada tahun ini 2017 ini, jumlah kecamatan yang tergolong rawan bencana banjir bandang mengalami peningkatan, pasalnya banyak daerah kecamatan biasanya tidak terjadi banjir bandang kini terkena musibah tersebut.
Curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekar pada Jumat (8//12/2017) Kemarin, mengakibatkan 2 desa terkena dampak banjir bandang sehingga luapan air sungai setempat meluber dan menggenangi rumah warga.
Hujan deras sejak sore yang mengguyur wilayah Bojonegoro menyebabkan banjir bandang di tuga kecamatan yakni Sekar, Gondang dan Balen. Akibatnya, puluhan rumah terendam air juga fasilitas umum rusak dan sawah, Jumat (8/12/2017).
Setelah diguyur hujan selama dua malam terakhi ini, Jumat (8/12/2017) luapan air di beberapa drainese yang ada di Bojonegoro. Genangan itu juga terjadi di Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, kantor balai desa setempat pun tak luput terkena imbas dari genangan air.
Sore ini, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga yang ada Kota Bojonegoro mengalami penurunan. Namun kodisi tersebut masih siaga hijau/satu.
Di sekitar wilayah Kota Bojonegoro, ketinggian air Bengawan Solo masih menunjukkan tren naik dari waktu sebelumnya. Tepatnya siaga 1 atau hijau dengan tinggi muka air pukul 21.00 WIB mencapai 13.37 phielscall, Kamis (30/11/2017).
Dengan semakin naiknya debit air Bengawan Solo, menjadikan petani di bantaran sungai di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Canga'an, Desa Kabalan dan Desa Piyak menjadi was-was.
Meski kondisi saat ini, Rabu (29/11/2017) pukul 06.00 Wib di wilayah hulu Ponorogo (Sekayu) Tinggi Muka Air (TMA) masuk siaga merah yaitu 50.00 pheilschaal, dan Ngawi (Dungus) masuk siaga kuning yaitu 70.60 pheilschaal, tapi di Bojoengoro terpantau TMA belum terdampak naik secara signifikan.