blokBojonegoroTV
4 Desa Ikuti Simulasi Evakuasi Bencana Banjir
4 Desa Ikuti Simulasi Evakuasi Bencana Banjir
4 Desa Ikuti Simulasi Evakuasi Bencana Banjir
Usai dikabarkan hilang selama sekitar 3 hari, Alden Farrel Alvarendra (6) bocah asal Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan meninggal dunia di perairan sungai bengawan solo, Selasa (9/5/2023).
Warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro digegerkan dengan penemuan jenazah yang mangapung di Sungai Bengawan Solo. Jenazah yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 06.50 pagi ini.
Curah hujan yang cukup tinggi yang masih terjadi hingga saat ini membuat Tinggi Muka Air Bengawan Solo kembali naik, Jumat (3/3/2023). Berdasarkan laporan perkembangan ketinggian air Bengawan Solo pada tanggal 3 Maret 2023 dari Sumber Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, saat ini bengwan solo di Kabupaten Bojonegoro berada di posisi Siaga 2 atau Kuning.
Hari Kamis (2/3/2023) Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan.
Meluapnya air Sungai Bengawan Solo, mengakibatkan aliran Sungai Loro di wilayah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terhambat. Sehingga tinggi muka air (TMA) mengalami kenaikan yang mengakibatkan erosi pada tanggul sungai loro, Sabtu (18/2/2023). Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengungkapkan, untuk saat ini kondisi air Sungai Loro sudah mengikis hampir sebagian tanggul di titik erosi, dikhawatirkan jebol dan menggenangi area persawahan. “Jika nantinya jebol, bakal mengancam tanaman padi yang baru berusia 20 hingga 25 hari di empat Desa di Kecamatan Kapas,†ungkap Ardhian. Ardhian menambahkan, empat desa yang terancam yakni, Desa Sambiroto seluas 60 hektare tanaman padi, Desa Sukowati seluas 30 hektare, Desa Bakalan seluas 60 hektare dan Desa Semanding seluas 50 hektare. Selanjutnya, pihak BPBD Bojonegoro telah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa setempat. Untuk sementara ini, kebutuhan yang mendesak yakni, sesek 30 lembar, bongkotan 17 batang dan terpal sedikitnya 4 lembar. “Dari Pemerintah Desa nantinya akan melaksanakan kerjabakti perbaikan tanggul tersebut,†pungkasnya. [riz/mu]
Akibat tak kuat menahan air di Sungai Avoer, tanggul sepanjang 8 meter di Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro jebol. Akibatnya, merendam sekitar 100 hektar sawah milik warga, Sabtu (18/2/2023).
Kapolres Bojonegoro memerintahkan jajarannya untuk siaga terhadap perkembangan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo. Selain itu, AKBP Rogib Triyanto juga langsung terjun lapangan untuk memantau kondisi TMA di kawasan Bendungan Gerak, Bojonegoro, Jumat (17/2/2023).
Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih siaga 2 (kuning) dengan tren air terus meningkat. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro jika air tersebut meluap, 35 desa di Kabupaten Bojonegoro terancam banjir.