Skip to main content

Category : Tag: Cerpen


Rembuk Cerpen Aksaraya-SEC

Bedah Karya, Ibaratkan Penciptanya Mati

Rembuk cerpen 'Menjadi Ya' karya Agus Salim di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pintar, Jalan Pondok Pinang Nomor 13 blok F Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro berlangsung seru.

Akhir Bulan, Aksaraya-SEC Kembali Rembuk Cerpen

Sukses dalam acara Rembuk Cerpen 'Sarapan Pagi Penuh Dusta' karya Phutut EA dari kumpulan cerpen dengan judul yang sama, pada bulan Oktober 2018 lalu yang dirangkai dengan aksi kemanusiaan, Komunitas Aksaraya dan Society Education Centre (SEC) kembali menggelar rembuk cerpen di akhir bulan ini, Jumat (30/11/2018).

Blok Cerpen

Menjadi 'Ya'

Pagi masih basah, saat aku pergi ke ladangku yang kering. Hampir tujuh bulan ini, mendung tak mau singgah apalagi menitikkan air ke hamparan tanah desaku. Aku berjalan kurang lebih 20 menit, sampailah aku di pekarangan, namun belum sempat aku melihat tanaman apa pun, aku sudah dikagetkan seorang kakek yang tiba-tiba ceramah tanpa mengenalkan diri.

#BahasaUntukSesama

SEC-Aksaraya Serahkan Hasil Donasi Lewat ACT

Meskipun cukup singkat persiapan hingga terlaksananya acara, yakni hanya 10 hari, namun pelaksanaan rembuk cerpen 'Sarapan Pagi Penuh Dusta' karya Puthut EA, berjalan sesuai ekspektasi.

#BahasaUntukSesama

Istimewa, Komposer Muda Jawa Timur Mainkan Seruling LaLove

Ada yang istimewa dalam acara rembuk cerpen, orasi kemanusiaan dan doa bersama untuk Palu dan Donggala yang diselenggarakan oleh Society Education Centre (SEC) dan Aksaraya Pustaka, Senin (15/10/2018).

#Bahasa untuk Sesama

Syahdu, Rembuk Cerpen Disambut Guyuran Hujan

Suasana panas dan gerah di Senin (15/10/2018) siang, berubah menjadi sedikit sejuk sekitar pukul 16.00 WIB. Sebab, hujan deras mengguyur wilayah kota Bojonegoro.

#BahasaUntukSesama

Seruling LaLove Bakal Hibur di Acara Rembug Cerpen

Pada acara Rembug Cerpen yang akan digelar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pintar, Jalan Pondok Pinang No 13 Blok F, Sukorejo - Bojonegoro.Senin (15/10/2018) mendatang, bakal dihibur permainan Seruling LaLove.

Blok Cerpen

Hujan dan Nafasmu

Seorang laki-laki kurus terlihat sibuk memasukkan beberapa barangnya kedalam kantong plastik berwarna hitam. Raut mukanya begitu serius dan tergesa-gesa. Ia mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna biru dan celana hitam dengan ikat pinggang bergasper perak yang berkilauan. Rambutnya terlihat rapi meskipun aku tahu, dia tidak sempat mengoleskan minyak rambut pagi itu. Aku juga tahu dia belum sempat menghabiskan sarapannya karena pasti dia bangun kesiangan. Lagi, selalu seperti itu.