PPDB 2018
Pagu Kurang, SMP Boleh Buka Pendaftaran Lagi?
Setelah proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditutup pada 6 Juli, Senin (9/7/2018), masing-masing sekolah mengumumkan hasil seleksi PPDB.
Setelah proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditutup pada 6 Juli, Senin (9/7/2018), masing-masing sekolah mengumumkan hasil seleksi PPDB.
Pengumuman PPDB jenjang SMP telah keluarkan, Senin (9/7/2018) di masing-maaing sekolah. Namun dari pengumuman itu, ada beberapa SMP tidak memenuhi pagu atau sekolah itu kekurangan murid pada ajaran baru tahun 2018 ini.
Hasil pengesahan Pengumuman PPDB online, sempat mengalami keterlambatan, padahal menurut Jadwal Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro untuk SMP Kota dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB.
Ratusan orang tua siswa, memadati SMPN 2 Bojonegoro, guna menunggu hasil pengesahan pengumuman siswa didik baru. Pasalnya Hari ini Senin (9/7/2018) pengumuman Penerimaan Pesrta Didik Baru (PPDB) secara serentak akan diumumkan.
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2018/2019, Jumat (6/7/2018) ditutup. Namun beberapa sekolah, terutama yang berada di wilayah pinggiran Bojonegoro dipastikan pagu tidak bisa terpenuhi.
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah dibuka secara online sejak Senin (2/7/2018) kemarin. Terkait hal ini, Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro mengklaim PPDB oline hingga kini berjalan baik dan lancar
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sempat mengalami trouble, sehingga sempat membuat panik orang tua siswa yang hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju.
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah mulai dibuka hari ini, Senin (25/6/2018). Namun PPDB yang dibuka saat ini melalui jalur offline yakni jalur prestasi.
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggunakan dua sistem yakni online dan offline, yang terbagi menjadi 11 zonasi, dimana masing-masing Rombongan Belajar (Rombel) diisi 32 siswa.
Meski baru tahap pengambilan PIN bagi calon siswa baru baik SMA maupun SMK, terlihat para siswa yang tahun ini lulus SMP antre mendaftar di sekolah yang menjadi keinginannya.