Saat membutuhkan makanan yang menyegarkan, mungkin kamu akan memilih froyo atau aneka olahan susu dalam bentuk dingin lainnya. Perpaduan rasa asam, manis, dan sensasi segar akan kamu nikmati saat mencicipi froyo atau frozen yogurt.
Keputusan yang dilontarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan baru Prof. Dr. Muhadjir Effendy tentang Full Day School (FDS) menuai kontroversi dan membuat gaduh di masyarakat. Nantinya kalau gagasan ini diterapkan, selama seharian penuh, siswa akan berada di bangku sekolah. Tujuannya menurut menteri Muhajir Effendy adalah untuk membentuk karakter siswa. Alasan lain, karena ketika siswa pulang lebih dini, pergaulan siswa tidak terkontrol kedua orang tua sibuk bekerja dan baru pulang sore hari. Akibatnya, siswa bebas keluyuran di luar rumah dan akan melakukan banyak perbuatan negatif tanpa ada pengawasan dari orang tua.
Siapa yang tidak tergoda dengan lezatnya ketupat, opor ayam, rendang dan sambal goreng ati yang tersaji sebagai suguhan Lebaran? kumparan yakin, kamu pasti tidak dapat menolaknya. Terlebih lagi jika disajikan dengan cocktail buah segar yang disantap dingin-dingin, yummy!
Terkait akan diberlakukannya Full Day School (FDS), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) terus menyerap aspirasi di bawah. Salah satunya dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Bojonegoro-Tuban yang dilakukan anggota legislatif dari Partai Kebagkitan Bangsa (PKB), DR. Hj. Anna Mu'awanah.
Bersamaan dengan bulan suci Ramadan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Tanwir mengelar acara 'Talkshow Ramadan', Rabu (14/6/2017). Acara yang berlangsung di aula kampus setempat itu diikuti ratusan peserta, baik mahasiswa maupun dari masyarakat umum.
Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tentang perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai Full Day School (FDS) mendapat dukungan dari PDM Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya banyak kegiatan yang bisa dikerjakan di luar jam sekolah.
Penolakan wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tentang perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai Full Day School (FDS), datang dari banyak kalangan. Tak terkecuali dari Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro.
Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) terkait implementasi kewenangan dan tanggung jawab pendidikan menengah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), Bupati Bojonegoro, Suyoto menyebutkan, saat ini guru honorer di Bojonegoro, mendapatkan gaji Rp.600 ribu per bulan, namun masih banyak permasalahan terkait hal tersebut.
Bertempat di ruang Productive Room gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Bupati membuka kunjungan kerja (kunker) tentang Implementasi Pengalihan SMA/SMK dari Kabupaten menuju Provinsi, yang dihadiri dari Komisi X Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPRRI) dan juga beberapa bupati tetangga, Kamis (8/6/2017).
Dalam rangka pemantauan dan pengawasan pelaksanaan pengalihan kewenangan pendidikan menengah dari kabupaten ke provinsi, Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) akan menggelar kunjungan kerja (kunker) spesifik di Kabupaten Bojonegoro.