Atasi Bahaya Gadget dengan Cara Bijak Menggunakan Layar Digital
Penggunaan gadget yang berlebih dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mata, seperti mata kering, lelah, serta risiko rabun jauh.
Penggunaan gadget yang berlebih dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mata, seperti mata kering, lelah, serta risiko rabun jauh.
Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kelompok VI menyelenggarakan istighotsah dan parenting di RA Cendrawasih, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kamis (12/10/2023).
Kementerian Kesehatan atau Kemenkes meminta para milenial yang baru menjadi orangtua agar tidak sering memberikan ponsel kepada buah hati, menghindari anak kecanduan gadget.
Jika anak memiliki minat menjadi gamer, orang tua tetap bisa memberi dukungan dengan tetap mencegah potensi kecanduan. Menurut psikolog anak, remaja, dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, salah satu caranya yakni membuka akses ke komunitas atau profesional yang memahami bidang tersebut.
Kecanduan gadget (gawai) pada anak bisa memengaruhi bahkan menyebabkan gangguan mental. Gejala tersebut harus segera diatasi. Psikolog Prof. Dr. H. Seto Mulyadi mengatakan, anak yang kecanduan gawai bisa tiba-tiba marah ketika sinyal susah, kuota habis. Sebab, mereka merasa seolah tidak terpenuhi kenikmatan dan kenyamannya.
Tak sedikit orang tua yang memberi gadget pada anak dengan tujuan agar ia mau makan. Padahal, tindakan ini justri berpotensi merusak pola makan anak kelak, lho. Makan sambil nonton tayangan di gadget membuat anak jadi tidak meresapi cita rasa yang masuk ke dalam mulutnya, karena fokusnya berada pada layar. Padahal, penting bagi anak untuk benar-benar berproses dalam mengenal dan mengingat cita rasa makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuhnya.
Anak-anak bermain ponsel pintar kini lebih mudah ditemukan. Padahal paparan layar ponsel sebenarnya tak baik untuk perkembangan mereka dan bisa memicu kecanduan gadget.
Balita yang sering mengakses perangkat elektronik seperti tablet, ponsel, hingga televisi kurang minat baca buku cetak. Hal ini dinyatakan dalam temuan baru dari Universitas Calgary.
Kehadiran gadget atau perangkat teknologi kini memang sudah tidak dapat terhindarkan. Namum, keberadaannya juga seperti pisau bermata dua.
Menghabiskan waktu berjam-jam untuk media sosial atau televisi nyatanya bisa memicu gangguan makan berlebih. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang disusun oleh peneliti dari University of California, San Francisco.