Awas! TMA Bojonegoro Masuk Siaga Hijau
Hujan yang terjadi di wilayah hulu, menjadikan Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo di Bojonegoro hampir memasuki siaga hijau. Yaitu ketinggian muka air mencapai 12.89 pheilschaal.
Hujan yang terjadi di wilayah hulu, menjadikan Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo di Bojonegoro hampir memasuki siaga hijau. Yaitu ketinggian muka air mencapai 12.89 pheilschaal.
Di bantaran sungai bengawan solo, Rabu (29/11/2017), tepatnya berada di bawah Jembatan Kali Ketek, Desa Banjarejo Kabupaten Bojonegoro. Puluhan warga berbondong-bondong berebut ikan mabuk atau biasa disebut 'Munggut/Pladu'.
Meski kondisi saat ini, Rabu (29/11/2017) pukul 06.00 Wib di wilayah hulu Ponorogo (Sekayu) Tinggi Muka Air (TMA) masuk siaga merah yaitu 50.00 pheilschaal, dan Ngawi (Dungus) masuk siaga kuning yaitu 70.60 pheilschaal, tapi di Bojoengoro terpantau TMA belum terdampak naik secara signifikan.
Yudi Purnomo (40), warga Desa Panjunan RT.05/RW.02 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro yang dikabarkan tenggelam, akhirnya ditemukan, Senin (20/11/2017). Jasad korban berusia 40 tahun itu ditemukan di sekitar Bendungan Gerak Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu, setelah dilakukan pencarian.
Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Minggu (19/11/2017) pukul 18.00 mengalami penurunan.
Perkembangan informasi ketinggian air Bengawan Solo terhitung mengalami tren penurunan sejak siang tadi hingga menjelang petang, Sabtu (18/11/2017).
Pertama kali ditemukan, bayi yang ditemukan warga Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/11/2017), masih berwarna putih dan berdarah selain itu pusar juga masih menempel pada tubuh bayi.
Penemuan mayat bayi yang mengegerkan warga warga Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/11/2017), sebenarnya sudah ditemukan sejak pagi tadi. Saat itu bayi yang sudah tidak bernyawa tersebut berada di tengah bengawan dan tersangkut kayu.
Warga Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/11/2017), dibuat geger. Pasalnya saat mencari ikan bersama warga yang lain, menemukan mayat bayi yang mengapung di Bengawan Solo.
Debit air Bengawan Solo di Bojonegoro sejak pagi tadi menunjukkan tren penurununan. Karena di daerah hulu tidak terjadi intensitas hujan, bahkan siang ini cuaca di sana terang.