CEK FAKTA blokBojonegoro
Hoaks..! Akun Palsu Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengimbau warga untuk waspada atas beredarnya akun media sosial mengatasnamakan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengimbau warga untuk waspada atas beredarnya akun media sosial mengatasnamakan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Di tengah kesibukan petugas melayani konsumen di SPBU Pertamina Jetak 54.62101 Jl. MT. Haryono, Bojonegoro, suasana tampak normal. Seorang pengendara Vespa tua antre mengisi BBM jenis Pertalite. Petugas berseragam merah dengan sigap mengangkat nozzle, melayani transaksi dengan senyum ramah, seperti yang setiap hari dilakukan di bawah pengawasan Supervisor SPBU, Iwan Gunarto. Namun di balik rutinitas itu, muncul kekhawatiran dari Pertamina Patra Niaga atas maraknya hoaks yang beredar di media sosial.
Perkembangan teknologi di era sekarang, membuat para masyarakat tak lepas dari media sosial. Media sosial membawa dampak besar bagi kehidupan, seperti memudahkan akses komunikasi dengan semua orang,hingga mencari informasi informasi yang terupdate di dalam maupun luar negeri.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan dan informasi palsu (hoaks) yang mengatasnamakan pejabat daerah. Peringatan ini disampaikan menyusul beredarnya pesan yang mencatut nama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP-CK) Bojonegoro, Satito Hadi, melalui nomor palsu 0813 1539 2298.
Belakangan ini banyak sekali beredar informasi tentang rekrutmen petugas haji tahun 2026 yang tidak jelas sumbernya. Baik melalui platform Facebook, Instagram dan Media Sosial (Medsos) lainnya.
Kabar bohong, atau hoaks masih terus bermunculan. Mulai dari kabar give away dari Raffi Ahmad di Facebook, proses mematikan sapi dengan cara ditembak yang disinyalir terjadi di RPH Surabaya, hingga info Gibran Rakabuming Raka yang dikabarkan mundur dan diganti Anies Baswedan.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro mengajak media pers untuk mengawasi jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Terlebih, di masa kampanye ini, mencegah penyebaran informasi bohong alias hoaks, dan pelanggaran pemilu.
Usai dilakukan pelantikan PJ Bupati Bojonegoro oleh Gubernur Jawa Timur, kini beredar isu di sosial media terkait pencatutan nomor WhatsApp pribadi atas nama PJ Bupati Bojonegoro, Adriyanto.
Telah dilaksanakan Diskusi Terfokus yang bertujuan membangun dan memperkuat gerakan kolaborasi di berbagai wilayah sebagai langkah strategis dalam memerangi hoaks menjelang Pemilu 2024.
Beredar kabar sebuah rekaman dan postingan yang tersebar di Media Sosial baik Facebook maupun Whatsapp yang menyebutkan dua pelajar di Kabupaten Bojonegoro diculik. Namun, usai dilakukan klarifikasi dari beberapa pihak, kedua informasi tersebut ternyata hoaks atau tidak benar.